Home Warta Regional Aktifis Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Aktifis Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

593
0
SHARE

Pachenews. Pacitan – Aksi solidaritas untuk Salim Kancil juga di gelar oleh aktivis Malang Raya, Aliansi warga dari berbagai elemen di wilayah Malang raya yang menamakan diri “Sedulur Tunggal Roso” mengutuk tragedi tewasnya seorang petani bernama Salim alias Kancil yang menolak penambangan pasir di Desa selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Koordinator aksi Sedulur Tunggal Roso Abdurahman Sofyan di Malang, Senin, mengatakan ketidakberesan pemerintah dalam mengatur pertambangan kerap menimbukkan konflik horizontal antarwarga. “Kemudahan akses izin menambang bagi pengusaha juga banyak mengorbankan hak-hak warga setempat,” kata Sofyan dalam orasinya di kawasan Balai Kota Malang.

Selain mengutuk tragedi kekerasaan dan penganiayaan yang menewaskan seorang petani tersebut, aliansi juga mengkritisi lambannya pemerintah daerah dan pihak kepolisian dalam mengantisipasi adanya potensi konflik. “Pencegahan ini harusnya dilakukan sejak awal agar aksi kekerasan ini tidak menyebar,” ujarnya.

Aliansi gabungan dari berbagai kalangan itu juga menuntut agar otak dibalik pembunuhan Salim alias Kancil segera ditangkap, sehingga kasus ini ada kejelasannya. “Kami mendesak agar otak pembunuhan segera ditangkap dan kepada pemerintahan agar mengevaluasi ulang izin pertambangan yang ada,” ucapnya.

Selain berorasi secara bergantian dan membawa berbagai tulisan serta foto Salim alias Kancil yang tewas dalam kasus penambangan itu, aliansi juga melakukan tabur bunga sebagai ungkapan kutukan akan tindak pembunuhan petani yang juga aktivis lingkungan, Salim alias Kancil (52) serta menggalang tanda tangan yang menentang tindakan premanisme yang mengakibatkan nyawa melayang.

Tragedi pembunuhan Kancil juga disebut sangat mencederai hak asasi manusia, sehingga aparat penegak hukum dituntut untuk menangkap aktor intelektualnya. “Kalau sampai tidak bisa menangkap aktor intelektualnya, kami mempertanyakan sikap kepolisian,” tandasnya.

Aliansi itu menilai pembunuhan terhadap Kancil serta penganiayaan kepada Tosan, dua petani yang sedang memperjuangkan keadilan ekologis ini merupakan preseden sangat buruk yang terjadi di era pemerintahan saat ini. Cara-cara premanisme yang dilakukan untuk menghadang petani, merupakan bukti bahwa hak-hak petani dirampas pemerintah dan pemodal, bahkan ketika mereka mencoba memperjuangkan haknya, justru dibunuh dan disiksa dengan kejam. (Antara/Sept)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here