Home Warta Regional PMII : Tutup Tambang dan Usut Tuntas Kasus Salim

PMII : Tutup Tambang dan Usut Tuntas Kasus Salim

234
0
SHARE

Pachenews, Lumajang – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lumajang menuntut Bupati Lumajang menutup tambang ilegal secara permanent. Aspirasi itu disampikan PMII melalui aksi damai sebagai solidaritas atas terbunuhnya aktivis anti tambang Salim Kancil warga Selok Awar-awar.

Dalam orasinya, PMII juga mendesak Bupati Lumajang mengkaji ulang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah dikeluarkan Pemkab Lumajang. PMII juga meminta Pemkab membentuk tim audit tambang pasir yang independet dan capable.

“Kami minta Bupati menutup tambang di Desa Selok Awar-awar secara permanent. Kita juga mita IUP dikaji ulang dan bentuk tim audit independent dan capable,” teriak Syahwal Ali dalam orasinya, Rabu (30/09/2015).

Bupati Lumajan As’at Malik langsung menemui para aktivis PMII di depan gedung pemkab Lumajang. Bupati berjanji akan menutup tambang illegal dan akan terus melakukan koordinasi dengan Muspida.

Namun, karena tidak memiliki kewenangan sebab sudah diambil alih Jawa Timur, maka Pemkab Lumajang hanya bisa mengusulkan kepada Gubernur. Bupati juga sudah mengirimkan surat kepada Gubernur agar pertambangan illegal segera ditutup.

“Ayo kita bersama-sama datang ke Gubernur Jatim perwakilan saja ya, untuk meminta agar tambang pasir illegal di Lumajang ditutup,” jelas Bupati As’at.

Dalam orasinya, para aktivis mahasiswa juga menyampikan beberapa tuntutan kepada aparat pengak hukum. Puluhan aktivis PMII langsung ditemui wakapolres Lumajang Kompol Iswaha.

“Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas dan menangkap para pelaku serta dalam intelektual dibalik insident bedarah di Desa Selok Awar-awar,” ungkap Yuli Purwanto Sekretaris Umum PMII Lumajang dalam orasinya, Rabu.

Sementara itu, Wakapaolres Lumajang Kompol Iswahab meminta kepada mahasiswa untuk ikut mengawasi proses penegakan hukum pembunhan Salim Kancil. Polisi mengaku sangat serius dalam menagkap para pelaku pembunuhan sadis ini.

“Dalam 12 jam kita berhasil menagkap 12 tersangka dan hingga kini polisi telah menetpkan 22 tersangka dalam kasus Selok Awar-awar,” terangnay kepada para pendemo. (SEPT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here