Home Warta Nasional Direktur TV9 : Indonesia Kini Masuki Darurat Media

Direktur TV9 : Indonesia Kini Masuki Darurat Media

709
0
SHARE

Surabaya – Direktur TV9 Surabaya H Hakim Jayli mengatakan Saat ini Dunia memasuki tantangan baru yakni dengan masuk di era televisi dan internet. Sebaran informasi dan dakwah yang akan mempengaruhi khalayak sangat ditentukan dari dua media ini. Bila gagal menguasai, maka Islam Aswaja benar-benar terancam.

“Jangan heran kalau banyak kalangan berlomba menguasai internet dan televisi. Hal itu dilakukan karena keduanya sebagai sarana efektif dalam mencari keuntungan dan mempengaruhi masyarakat,” Katanya dihadapan puluhan Pengelola penerbitan pesantren dan pegiat media NU. Ahad (8/11) di Museum NU Surabaya.

Mas Hakim, Sapaan akrabnya mengemukakan, banyak kalangan yang memiliki prinsip bahwa memiliki jamaah itu tidak terlalu penting. “Menguasai televisi dan internet saja sudah cukup dalam mempengaruhi pola pikir dan pandangan terhadap berbagai persoalan,” katanya

Ia kemudian membandingkan dengan jamaah dan jam’iyah NU yang memiliki kepengurusan hingga anak ranting dan jamaah yang demikian besar. “Tapi kalau dalam siaran tv dan internet kita kalah, maka jangan salahkan umat kalau mereka berbeda haluan,” sergahnya.

Hakim Jayli menggugah sejumlah penerbit dan pegiat media di tingkat pesantren dan NU untuk bersama membuat tayangan yang mampu mengimbangi tayangan di sejumlah tv dan internet. “Kita kaya khazanah pengetahuan, banyak tokoh ulama dan kiai, tradisi yang juga sarat dengan nilai keislaman, tapi sangat jarang yang menvisualkan dan menyebarkannya lewat internet maupun tv,” terangnya.

Karenanya, yang harus terus digalakkan adalah bagaimana generasi muda NU dan pesantren memiliki keterampilan dan keinginan untuk mengunggah khazanah luhur yang ada di komunitasnya dengan memanfaatkan dua media tersebut.

“Kita boleh marah dengan tayangan sejumlah tv dan sebaran berita di internet yang menyerang Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya. Namun marah saja tidak bisa memberikan solusi bila tidak diimbangi dengan menyebarkan konten yang menguatkan Aswaja, lanjutnya.

Karenanya, di sinilah pentingnya mengkonsolidir media-media NU dalam menghadapi tantangan dan problematika global. “Kata kuncinya adalah networking agar khazanah pesantren dan NU dapat dioptimalkan penyebarannya di sejumlah media, baik televisi maupun internet. Baginya, hal mendesak inilah yang harus segera dilakukan karena Islam di Indonesia telah memasuki era darurat media, lanjutnya.

Peringatan ini disampaikan Hakim Jayli saat menjadi narasumber sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur. Kegiatan diselenggarakan PW Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (PW LTN NU Jatim) di Museum NU Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here