Home Warta Daerah Muncul Angin Berbau Amis, Bikin Warga Pacitan Ketakutan

Muncul Angin Berbau Amis, Bikin Warga Pacitan Ketakutan

956
1
SHARE

Pachenews.Pacitan –‎ Fenomena‎ munculnya angin laut berbau amis pada beberapa hari belakangan ini, sontak membuat banyak warga ketakutan. Banyak dari mereka khawatir, dengan munculnya bau tak sedap dari tengah laut tersebut akan terjadi mala petaka. Seperti halnya gelombang pasang serta tsunami yang sempat memporak-porandakan Aceh serta beberapa daerah lain di Pangandaran, Bandung, Jawa-Barat, beberapa tahun silam.

Pantauan Pachenews menyebutkan, sejak tiga hari belakangan, tiupan angin yang berembus dari tengah laut memang membawa bau amis. Bau tidak menyedapkan itu semakin jelas terendus saat malam hari. Banyak masyarakat menduga, munculnya bau tak sedap dari tengah samudera itu akan membawa petaka seperti yang pernah terjadi di Bumi Serambi Mekkah, sekira satu dasa warsa silam.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Tri Mujiharto, mengimbau agar masyarakat tetap tenang jangan panik terkait munculnya fenomena alam tak semestinya itu. Menurutnya, munculnya angin berbau amis dari tengah laut itu sebagai dampak pergantian musim. “Saat ini kan musim pancaroba. Dari kemarau ke penghujan. Biasanya saat pergantian musim itulah, suhu air laut akan menjadi hangat. Sehingga banyak dari biota laut yang bermigrasi mencari udara dingin atau sejuk,” tuturnya, Senin (9/11).

Tri mengungkapkan, munculnya bau tak sedap itu lebih dipengaruhi banyaknya biota laut yang mati saat bermigrasi. Bangkai ganggang serta ikan-ikan besar itulah yang menyebabkan polusi udara hingga terbawa sampai kedaratan. “Kita belum bisa memastikan titik ordinatnya, dimana banyak biota laut yang mati. Namun informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan, bau tak sedap tersebut berasal dari bangkai biota laut seperti ganggang yang terapung dipermukaan laut,” bebernya.

Lebih lanjut, mantan Kabag Administrasi Umum, Setkab Pacitan itu mengatakan, masyarakat diharapkan tetap waspada namun jangan panik. Sebab munculnya bau amis yang terbawa angin laut itu bukan sebagai pertanda terjadinya gelombang tsunami. “Gelombang tsunami pasti diawali gempa tektonik dangkal dengan kekuatan skala righter (SR) tertentu. Jadi mustahil tanpa ada gempa akan terjadi tsunami,” tegas Tri.

Sementara itu Kepala DKP setempat. HM. Yunus Hariyadi, belum bisa memastikan munculnya angin berbau amis itu bersumber dari bangkai biota laut yang mati saat bermigrasi. “Kita akan koordinasikan dengan Satpol Aiurd dulu. Sebab sejauh ini memang belum ada laporan adanya biota laut yang mati saat bermigrasi,” terangnya.

Meski demikian, Yunus tidak menampik informasi dari BPBD terkait persoalan tersebut. Dia berpendapat, fenomena matinya biota laut saat bermigrasi itu bisa jadi benar adanya. “Kita akan cek kembali informasi tersebut,” pungkasnya. (yun/sept).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here