Home Warta Daerah Dinkes Pacitan : Udara Bau Amis Tidak Berbahaya

Dinkes Pacitan : Udara Bau Amis Tidak Berbahaya

839
0
SHARE
User comments

Pachenews. Pacitan – Dinas Kesehatan‎ (Dinkes) Kabupaten Pacitan memastikan, berembusnya angin berbau amis yang sempat menggemparkan banyak warga, tidak akan membawa dampak bagi kesehatan. Kepala Dinkes setempat, Rachmad Dwiyanto, mengatakan, kasus tersebut dinilai sebagai fenomena sewajarnya. Terlebih diwilayah pesisir pantai. Sebab hampir saban waktu banyak nelayan atau penduduk setempat yang mungkin tengah mengeringkan ikan. “Sehingga wajar saja, kalau bau amis itu terbawa angin hingga kemana-mana. Tapi sejauh ini tidak ada yang membahayakan bagi kesehatan,” katanya, Selasa (10/11).

Baca juga ; Muncul Angin Berbau Amis, Bikin Warga Pacitan Ketakutan

Sekalipun dinilai tidak membawa dampak bagi kesehatan, namun sebagai satuan kerja teknis yang bersinggungan dengan kesehatan masyarakat, pihaknya sudah menerjunkan tim kebeberapa lokasi pesisir pantai guna melakukan evaluasi atas munculnya bau amis yang terbawa angin tersebut. “Sejauh ini memang belum ditemukan dampak atas tiupan angin berbau amis tersebut. Semua puskesmas telah kami siagakan, akan tetapi memang belum ada satupun laporan adanya pasien yang sakit akibat menghirup udara berbau amis,” beber Rachmad.

Pada kesempatan tersebut, mantan Kepala Dispendukcapil itu juga mengatakan, adanya kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi saat musim kemarau. Diakuinya, dalam sepekan ini memang ada satu pasien yang kuat diduga terserang penyakit dengan siklus mirip pelana kuda tersebut. “Memang ada satu pasien DBD yang menjalani perawatan di RSD. Kita segera ambil tindakan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) yang ada,” terangnya pada awak media.

Menurut Rachmad, satu pasien DBD tersebut merupakan warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Namun ditengarai kuat endemis DBD bukan berasal dari tempat tinggal pasien. Sebab selama ini, belum ada hujan. Kebiasaan yang terjadi, serangan DBD baru akan muncul setelah ada hujan. “Kami menduga itu penyakit import dari daerah lain. Sebab di Pacitan selama ini belum ada hujan,” terangnya.

Meski begitu, mantan Staff Ahli Bupati Bidang Keuangan itu mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Diantaranya dengan melakukan 3 M ( menguras, membersihkan dan mengubur benda-benda tempat tampungan air). Kalau memang ditemukan ada jentik-jentik nyamuk, segera hubungi petugas Dinas Kesehatan agar segera dilaksanakan pengasapan/foging. “Namun yang utama tingkatkan PSN dengan 3M. Sebab foging sebenarnya kurang efektif dibandingkan PSN. Dan yang tak kalah penting, kita terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (yun/Sept).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here