Home Warta Regional Jawa Mataraman, Punya Kearifan Luhur Dalam Bertutur Kata dan Berbahasa

Jawa Mataraman, Punya Kearifan Luhur Dalam Bertutur Kata dan Berbahasa

2194
0
SHARE

PACHE NEWS – Dikatakan Mataraman menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Wilayahnya meliputi Kabupaten Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek

Budaya Jawa Mataraman dipengaruhi oleh hasil akulturasi Jawa Timuran dan Jawa Tengahan. Pola kehidupan sehari-hari sebagaimana pola kehidupan orang Jawa pada umumnya namun Pola bahasa Jawa yang digunakan mendekati kehalusan dengan masyarakat Jawa Tengahan (Solo-an) yang terpengaruh kerajaan Mataram di Yogyakarta.

Bahasa Jawa yang digunakan hampir sama dengan Bahasa Jawa Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan dialek standar bahasa Jawa yang dijuluki “bahasa ngapak” karena ciri khas bunyi /k/ yang dibaca penuh pada akhir kata (berbeda dengan dialek Mataraman yang dibaca sebagai glottal stop ).

Bagi masyarakat Mataraman, ada perbedaan bahasa Jawa yang digunakan ketika bertutur dengan orang yang lebih tua dan sebaya. Ketika bertutur dengan orang yang lebih tua maka harus menggunakan bahasa jawa kromo, dan ketika bertutur dengan orang sebaya maka masyarakat mataraman menggunakan bahasa jawa ngoko.

Baca juga : Provinsi Mataraman, Wacana Provinsi Baru Pecahan Jawa Timur

Bahasa jawa kromo merupakan bahasa jawa yang lebih halus dari pada bahasa jawa ngoko. Misalkan kata anda atau kamu, dalam bahasa jawa kromo disebut panjenengan, dan bahasa jawa ngoko-nya adalah kowe atau awakmu. Kata panjenengan digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati, sementara kowe atau awakmu digunakan untuk berbicara dengan sebaya.

Hingga saat ini budaya dalam berbahasa tersebut masih menjadi penggangan mayoritas masyarakat mataraman dan akan terus terjaga karena mengandung nilai-nilai estetika yang luhur dalam bermasyarakat. (Sept)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here