Home Kolom Merayakan Optimisme Kolektif Pemuda NU – Kongres GP Ansor XV

Merayakan Optimisme Kolektif Pemuda NU – Kongres GP Ansor XV

884
0
SHARE

“Didik dan bimbinglah kaum muda. Karena mereka pewaris masa depan. Dalam sebuah perjuangan, kedudukan kaum muda sangatlah penting. Mereka akan mengarungi hidup di masa yang akan datang, saat mana kita yang tua-tua sudah tidak ada lagi”. (K.H. Hasyim Asy’ari).

Kelahiran dan perjuangan Gerakan Pemuda Ansor merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita Nahdlatul Ulama untuk berkhidmat kepada perjuangan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal jama’ah.

Gerakan Pemuda Ansor memiliki posisi penting dalam NU sejak awal kelahirannya, tidak hanya berperan sebagai anak “mbarep” NU yang dinamis dan militan, tetapi juga sekaligus sebagai ujung tombak bagi perjuangan NU dan wadah persemaian kader-kader pemuda NU di semua sektor kehidupan keagamaan, berbangsa dan bernegara di negeri ini.

Menghadapi tugas berat baik yang dihadapi oleh NU dan negara serta bangsa ini, tentu diperlukan sebuah organisasi yang solid, sehingga bisa berjalan secara efektik. GP Ansor NU yang lahir 1934 telah berkembang luas yang memiliki cabang di seluruh penjuru tanah air. Dan memainkan peran di seluruh level perjuangan. Karena itu GP Ansor sebagai organisasi yang besar perlu terus dikonsolidasi, ditata ulang manejemen kepemimpinannya, agar mampu merespon secara cepat danmassif mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi.

Merangkai Masa Depan Gerakan Pemuda Ansor

Setiap zaman akan menghadirkan persoalan dan tantangan yang berbeda. Dan untuk itu, GP Ansor harus selalu siap dengan situasi zaman seperti apapun. Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM Kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, terus dilaksanakan oleh GP Ansor secara berkelanjutan. Terlihat dari implementasi agenda program strategis Pimpinan Pusat GP Ansor masa khidmat 2011-2016 yang masih berhubungan erat dengan agenda sebelumnya yang difokuskan pada tiga hal mendasar yaitu:  revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi dan pemberdayaan potensi kader. Revitalisasi nilai dan tradisi aplikasi misinya berupa menginternalisasi nilai ahlussunnah wal jamaah (aswaja) dan sifatur rasul sebagai pilihan GP Ansor.

Sedangkan untuk visi kedua, penguatan sistem kaderisasi terimplementasi dalam bentuk misi membangun disiplin organisasi dan kaderisasi berbasis profesi serta jenjang kaderisasi yang selektif. Dan ketiga adalah pemberdayaan potensi kader yang praktiknya adalah bagaimana Ansor baik itu kadernya maupun organisasinya menjadi sentrum lalu lintas informasi dan peluang usaha antar-kader dengan stakeholder.

Sistem akreditasi organisasi yang didasarkan kepada 5 program pokok, meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Amal Usaha Produktif, Kaderisasi, Pengembangan Banser, Struktur Kepengurusan untuk Mengetahui kelayakan dan kinerja organisasi dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditentukan serta Mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor, perlu terus dikembangkan dan diperbaiki.

Sebagai organisasi kader, GP Ansor juga memperhatikan proses regenerasi kepemimpinan di semua tingkatan. Regenerasi kepemimpinan yang berjalan teratur dan terencana, diharapkan dapat melahirkan kader-kader muda NU potensial dan pemimpin bangsa masa depan. Tanpa regenerasi kepemimpinan yang baik akan dapat menyebabkan kondisi kejumudan dan tumpulnya kreatifitas berorganisasi.

Kongres XV GP Ansor, adalah proses regenerasi kepemimpinan di tubuh GP Ansor, khususnya di tingkat pusat. Sekaligus melakukan respon terhadap tuntutan perubahan yang diharapkan. Membahas masalah yang dihadapi oleh warga GP Ansor, masyarakat dan bangsa pada umumnya.

Momentum Kongres XV harus menjadi tekad bersama Warga GP Ansor  untuk menghadirkan suasana yang Teduh dan Berwibawa. Kongres sebagai forum tertinggi, juga diharapkan dapat membangun kembali konsensus nasional di kalangan warga GP Ansor untuk ditetapkan dan dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten pada periode kepengurusan mendatang.

Ikhtiar memberlakukan Sistem keterwakilan berdasarkan musyawarah mufakat secara kelembagaan, kolegial, transparan akan menjadi pembelajaran demokrasi dan merupakan kulminasi dari proses perkaderan yang selama ini dibangun di GP Ansor yang sudah tertata secara terukur, efektif, berkualitas, dan berkelanjutan. sistem musyawarah mufakat di bangun Untuk kepentingan luhur menjaga marwah organisasi, spirit kebersamaan gerak dan langkah dengan organisasi induknya, Nahdlatul Ulama dan warisan bangsa Indonesia.

Akhirnya, membangun optimisme kolektif pemuda NU harus menjadi spirit bersama dalam suksesi kepemimpinan organisasi ini atas harapan besar masyarakat Indonesia dan dunia pada keluarga besar GP Ansor.

Imam Ma’ruf, Ketua SC Kongres XV GP Ansor

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here