Home Bilik Redaksi Editorial ABDIMAS UNTUK HASILKAN KADER MUDA PEDULI HIV/AIDS DI PACITAN

ABDIMAS UNTUK HASILKAN KADER MUDA PEDULI HIV/AIDS DI PACITAN

309
1
SHARE

Pachenews. Pacitan – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban bagi seorang dosen sebagai wujud salah satu pilar tri dharma perguruan tinggi. M. Fashihullisan merupakan dosen pengajar di Prodi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Pacitan, yang sering melakukan penelitian mengenai kenakalan remaja, pergaulan bebas dan perubahan sosial, menemukan beberapa data bahwa secara nyata terjadi budaya pergaulan bebas yang cukup masif yang diakibatkan oleh perubahan sosial sebagai akibat modernisasi. Kondisi inilah yang dirasakan penting untuk dilakukan langkah-langkah antisipasi dampak dan resiko yang akan berimbas pada kehidupan, terutama kesehatan masyarakat.

Menurutnya, dampak kesehatan yang cukup membahayakan adalah terjadinya penularan penyakit HIV/AIDS, yang bahkan telah menjangkit sampai di daerah-daerah. Pergaulan bebas remaja semakin meningkatkan potensi penularan HIV/AIDS baik melalui narkoba maupun perilaku seks bebas.

Ditambahkanya lagi, HIV/AIDS ini cukup berbahaya karena disamping belum terdapat obatnya, bagi orang yang telah terinveksi virus ini dalam jangka yang cukup lama tidak menyadari dirinya telah terinveksi. Perilaku seks bebas dan pemakaian jarum suntik yang dilakukan oleh orang yang telah terinveksi akan menjadi media penularan virus ini yang tentu saja akan menularkan pada orang-orang yang lainnya lagi.
Hal ini bila terus dibiarkan maka di waktu mendatang akan terjadi ledakan besar jumlah penderita HIV/AIDS, yang sulit dideteksi oleh pemerintah atau bahkan penderitanya sendiri. Saat itu terjadi maka semua akan tidak berdaya melakukan langkah-langkah pencegahan, karena inveksi HIV/AIDS juga akan sangat mudah ditularkan pada pasangan maupun anak yang dikandung.

Bekerjasama dengan kelompok belajar Raden Mangkubumi kota Pacitan, dilakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS, proses penularannya, dan akibat yang ditimbulkannya melalui pemutaran film yang berisi narasi HIV/AIDS dan juga diskusi. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan remaja ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka mengenai HIV/AIDS, yang lebih besar dari itu adalah kesediaan mereka untuk mejadi duta dan kader dalam sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS di kalangan remaja.

Sosialisasi dan sharing yang akan mereka lakukan tentu saja akan lebih efektif, karena bagi sesama remaja akan lebih mudah menyampaikan pada sasaran yang juga remaja. Remaja merupakan kelompok yang cukup rentan dalam penularan HIV/AIDS, karena merupakan masa produktif, yang akan memiliki masa depan yang panjang. (Lis/Sep)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here