Home Warta Daerah KPU Pacitan Akui Partisipasi Pemilih Pilkada Jeblok

KPU Pacitan Akui Partisipasi Pemilih Pilkada Jeblok

279
0
SHARE

Pachenews. Pacitan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mengakui angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015 “jeblok” jika dibanding penyelenggaraan pemilu-pemilu sebelumnya. Pilkada Pacitan 2015 hanya diikuti sekitar 60% pemilih dari 467.890 nama warga yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Memang sangat jauh dari target. Semula kami berharap angka partisipasi berada di kisaran 75 persen, kenyataannya berdasar hasil hitung cepat sementara hanya sekitar 60 persen,” kata Ketua KPU Kabupaten Pacitan, Damhudi pada media, Kamis (10/12/2015).

Ia berdalih rendahnya partisipasi pemilih dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari banyaknya pemilih yang menjadi pekerja urban bahkan tenaga kerja Indonesia (TKI), kesibukan di luar daerah, melanjutkan sekolah, hingga faktor alam di mana saat hari “H” coblosan Pacitan sedang diguyur hujan deras. Semua variabel yang disebut Damhudi itu, diklaim sebagai penyebab utama besarnya angka ketidakhadiran pemilih di tempat-tempat pemungutan suara (TPS).

Selain banyak warga yang memiliki hak pilih Pacitan yang “boro” atau bekerja di luar daerah, terutama di sejumlah kota-kota besar di Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya serta beberapa kota besar lain di luar Pulau Jawa, Damhudi juga menengarai faktor perampingan jumlah TPS yang kini hanya 740 unit sebagai pemicunya.

Kendati perampingan TPS itu mengacu aturan perundangan yang berlaku terkait penyelenggaraan pilkada serentak, perampingan atau pemadatan jumlah TPS berdampak pada membengkaknya jumlah DPT di setiap tempat pemungutan suara. “Kalau DPT di TPS-TPS semakin banyak, itu artinya jarak antara domisili pemilih dengan TPS juga semakin jauh. Itu yang mempengaruhi pemilih lalu tidak bersemangat untuk datang ke TPS,” dalihnya. (Antara/Sept)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here