Home Warta Nasional Musyawarah Petani Tebu ke Empat, Cermin Petani Tebu Berdaya

Musyawarah Petani Tebu ke Empat, Cermin Petani Tebu Berdaya

431
0
SHARE

Pachenews – Satu-satunya organisasi petani yang seluruh anggota dan pengurusnya murni petani saat ini adalah Assosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Hal lain yang membanggakan, petani tebu sudah mampu mendirikan, mengelola dan mengembangkan kepentingan organisasi secara mandiri, baik dari tingkat pusat, DPN APTRI, tingkat Propinsi, DPD APTRI dan tingkat Pabrik Gula, DPC APTRI.

Bukti keberdayaan petani tebu itu ditandai telah berjalannya organiasi selama lebih dari 15 tahun dan mampu menyelenggarakan rapat kerja nasional setiap tahun dan telah tiga kali menyelenggarakan musyawarah nasional yaitu pertama di Solo, Kedua di Cirebon dan yang ketiga di Bali.

Selanjutnya pada Desember ini juga direncanakan untuk dilaksanakan musyawarah munas APTRI di Yogyakarta, 17-19 Desember 2015.

Menurut salah seorang pendiri APTRI, H. Ali Ma’shum, sudah banyak perubahan yang dirasakan oleh petani tebu sejak memiliki organisasi. Petani sekarang sudah tidak lagi menjadi mesin perah pemerintah sebagai penyedia pangan murah dalam komoditas tebu, tetapi petani tebu telah mampu berdaya untuk meminta pemerintah dalam menciptakan regulasi dan fasilitasi yang berpihak dengan petani tebu.

Menurutnya, petani tebu juga telah mampu mensejajarkan dirinya dengan pabrik gula, pedagang gula dan pedagang tetes, sehingga dalam posisi yang sejajar, bermitra dan saling menguntungkan. Hanya saja seringkali aparat pemerintah, utamanya menteri perdagangan, sering membuat kebijakan yang kontra produktif dengan nasib petani, seperti misalnya membuat kebijakan impor gula yang melebihi kebutuhan nasional, sehingga terjadi penurunan harga gula yang cukup siginifikan sehingga menghancurkan nasib petani. Kondisi sengsara itu, cukup dirasakan pada musim giling 2013 dan 2014 sehingga terjadi penurunan harga gula lebih dari 25%.

Ali Ma’shum juga menambahkan, pemerintah terkadang memang berperilaku aneh, karena seakan-akan tidak rela bila petani tebu, buruh tani tebu, industri gula nasional, para pekerja di industri gula, yang jumlahnya jutaan orang tidak sejahtera. Pemerintah lebih berpihak pada segelintir orang yang berprofesi sebagai importir gula, yang murni hanya pengejar rente.

Para petani tebu menyatakan, Munas ke empat di Yogya ini, menjadi media pembuktian Presiden Jokowi, dalam keperpihakannya dengan petani tebu, denan mau hadir di acara munas ke empat, karena satu-satunya presiden yang pernah menghadiri munas petani tebu sampai saat ini adalah Gus Dur, sedangkan presiden lainnya selalu absen datang. (Lis/Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here