Home Figur Bicara Kesetaraan Gender, Naif Tanpa Kesetaraan Ekonomi

Bicara Kesetaraan Gender, Naif Tanpa Kesetaraan Ekonomi

362
0
SHARE

Pachenews – Muntamah, MM.MPd, Ketua Primer Koperasi An-Nisa’ Jawa Tengah, mengatakan bahwa titik kritis yang menyebabkan perempuan sangat rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, ketergantungan dengan laki-laki, adalah ketidak setaraan ekonomi.

Pengalaman saat menjadi pendamping perempuan korban tindak kekerasan, sebagian besar perempuan korban kekerasan adalah perempuan yang tidak mandiri secara ekonomi. Mereka tidak bisa lepas dari suaminya, meskipun menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga karena secara ekonomi sangat bergantung dengan suaminya.

Bebekal pengalaman itu, Mbak Mun, yang juga pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah ini, bersama Bu Nyai Hamdanah mempelopori berdirinya Primer koperasi An-nisa’ di Kabupaten Pati pada tahun 2000. Koperasi ini seluruh anggota dan pengurusnya adalah anggota Muslimat dan Fatayat, sehingga diharapkan dapat menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi perempuan.

Layanan yang berbeda dengan lembaga keuangan yang lain, dimana perempuan anggota An-nisa’ tidak perlu lagi mendapatkan izin suami untuk mengambil pinjaman, karena ini dianggap awal dari ketidak mandirian perempuan, yang sering dimanfaatkan oleh suami, terutama suami pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga untuk tidak memberikan izin, agar istrinya sulit berdaya secara ekonomi.

“Layanan kredit tersebut diharapkan akan menjadi modal bagi anggota untuk mengembangkan usaha secara mandiri”, ulasnya.

Disamping telah berhasil memberdayakan ekonomi 600-an perempuan anggotanya, primer An-nisa’ Kabupaten Pati telah berhasil mengembangkan usaha, yang dibuktikan dengan memiliki dua buah kantor, dengan nilai nyata lebih dari dua Milyar. Perputaran modal juga tidak kalah besar, karena telah mencapai lebih dari 5 milyar, meskipun simpanan pokok dan simpanan anggotanya masih kurang dari 300 juta. Menurutnya, sebuah prestasi yang sulit dicapai bila perempuan tidak merasa setara dengan laki-laki. (Lis/Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here