Home Warta Nasional Dipertanyakan Komitmen Presiden Jokowi Pada Petani Tebu

Dipertanyakan Komitmen Presiden Jokowi Pada Petani Tebu

460
0
SHARE

Pachenews – Kembali dipertanyakan komitmen Presiden Jokowi pada petani tebu. Presiden yang suka blusukan ini dianggap tidak berpihak pada petani tebu, karena buktinya tidak menghadiri pembukaan Munas ke Empat APTRI yang dibuka hari ini, 17 Desember dan direncanakan berlangsung sampai 19 Desember, di The Alana Yogyakarta Hotel.

Acara Munas APTRI merupakan acara pertemuan nasional petani tebu yang ditujukan untuk memilih kembali pengurus pusat (DPN APTRI) karena masa kerjanya adalah 5 tahunan, dan juga untuk merumuskan program kerja.

Munas APTRI kali ini dirasakan menjadi momentum penting bagi petani tebu, karena petani tebu dalam kondisi keprihatinan setelah harga gula nasional dihancurkan oleh kebijakan semena-mena pemerintah dengan membanjirnya gula impor pada sekitar tahun 2013-2014. Selama periode itu banyak petani yang usahatani tebunya hancur, berhutang, bahkan sampai jualan sawah untuk menutup kerugian. Harga gula petani dalam pelelangan yang semula berkisar Rp 11.000 / kg, terjun bebas menjadi Rp. 8000 /kg.

Petani tebu sampai mempertanyakan pemerintah, mengapa seakan-akan pemerintah tidak rela kalau petaninya dapat bekerja, menjadi petani tebu yang memperolah keuntungan, dan lebih berpihak pada gula impor yang banyak disinyalir sebagai produk dumping luar negeri. Negara-negara itu, demi menjaga semangat petani tebunya untuk tetap menanam tebu, justru melakukan subsidi ekspor sehingga gula yang dijual di Indonesia menjadi lebih murah dari yang semestinya.

Inilah yang dianggap para petani tebu sebagai kebijakan keblinger pemerintah Indonesia, karena tidak rela rakyatnya bekerja dan seakan-akan gembira bila rakyatnya sendiri bangkrut.

Munas Petani Tebu kali ini juga sebetulnya menjadi ajang pembuktian pemerintah baru Jokowi dalam keperpihakannya dengan petani tebu, semua petani tebu berharap Jokowi tidak ketularan dengan pemerintah di waktu yang lalu yang hobi menghancurkan petani tebu.

Fakta rencana tidak hadirnya Presiden dalam acara pembukaan Munas APTRI ke Empat ini membuyarkan harapan petani tebu. Menurut berbagai sumber, acara pembukaan hanya akan dihadiri oleh Menteri Pertanian, itupun menurut bocoran dari salah seorang panitia yang tidak mau disebut namanya, harus melobi mati-matian agar menteri pertanian mau datang.

Sungguh tragis, karena disaat petani tebu membutuhkan perhatian, justru para pejabat berlomba-lomba bertemu dengan para pengusaha penghancur negara yang selama ini diperlihatkan dalam lawakan-lawakan politik.

Padahal disisi lain APTRI merupakan satu-satunya organisasi petani yang seluruh anggota dan pengurusnya benar-benar petani tebu, karena pasti memiliki usahatani tebu.

“Kalau pemerintah seperti ini terus, kita mogok aja bertanam tebu, biar pemerintah bangkrut harus impor 3 juta gula setiap tahunnya”, kata salah seorang peserta Munas dengan nada kecewa. (Lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here