Home Figur Helmi Gondowaskito, Dalang Cilik Nasional Asal Pacitan Yang Mengagumkan

Helmi Gondowaskito, Dalang Cilik Nasional Asal Pacitan Yang Mengagumkan

525
0
SHARE
Helmi Dalang Pacitan

Pachenews.com – Anak pasangan Andrianto dan Ika susanti yang terlahir bukan dari keluarga Dalang, Tetapi bocah 9 tahun ini memiliki bakat seni yang luar biasa dan bahkan sudah diakui oleh dalang – dalang senior seperti dalan ki Purbo Asmoro yang juga Dalang Kondang Asal pacitan menyebut Helmi sebagai Anak Ajaib!

Lahir bukan dari orang tua dalang dan pemerhati wayang kulit, Helmi menekuni satu-satunya hobi yaitu mendalang. Seorang dalang muda, Supinardi Utomo, lantas mengajarinya mendalang dan sering mengajak Hemi untuk pentas menemaninya.

Mula-mula dalam pementasan, Helmi hanya berperan sebagai dalang yang mengawali lakon (mucuki). Tetapi kemudian dia sendiri sudah mampu untuk tampil sendirian. “Orang-orang dewasa, bahkan para dalang sepuh, seringkali berkomentar: edan!,” kata Supinardi, menyampaikan kesan-kesan para penonton terhadap penampilan Helmi.

Cerita tentang anak kecil yang konon mendalang sudah mirip seperti dalang sepuh, suaranya lantang, sanggitnya bagus, sabetnya elok, kepraknya mantap, dan lain-lain. Ketika pagi itu tiba di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, sebagai lokasi tempat Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional 2015,anak itu ditemani pengasuh atau guru, kedua orang tua serta kakek-neneknya, benar-benar bocah polos dan lugu.

Dalang idola Helmi adalah Ki Purbo Asmoro. Namun ia juga mengidolakan, mengikuti dan menyontoh Ki Manteb Sudarsono. Termasuk juga idola dalang Ki Cahyo Kuntadi untuk kemampuan lisan (onto wacono). Anak yang selalu meraih ranking 1 di kelasnya ini giat dan selalu fokus saat berlatih.

“Ia cepat memahami koreksi atas kekeliruannya, juga cepat menerima masukan dan usulan, dan cepat mencermati serta mempraktikkan ajaran-ajaran,“ demikian kata Supinardi.

Dari proses perjalanan dalangnya yang masih dini, Helmi sejak dari awal sudah menunjukkan fokus konsentrasi hidupnya pada wilayah dalang-wayang ini. Saat ini di rumahnya terdapat gamelan komplit. Ia pun mulai mengasah kemampuannya nabuh gamelan, gender, dan kendang.

Mulanya kedua orang tua Helmi tidak begitu memperhatikan dan tidak menduga minat Helmi begitu mendalam terhadap dunia pakeliran wayang. Namun lama-kelamaan mereka menyadari bahwa kemampuan Helmi saat mempraktikkan kemampuannya dipandang luar biasa. Mulailah kedua orang tuanya yang bekerja sebagai buruh di kampung, membelikan wayang satu persatu. (Sindopos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here