Home Nusantara Kesehatan Kontra Indikasi Merupakan Salah Satu Potensi Bahaya Dalam Chiropractic

Kontra Indikasi Merupakan Salah Satu Potensi Bahaya Dalam Chiropractic

372
0
SHARE

Pachenews.com – Kehebohan sedang melanda saat muncul berita seorang pasien yang meninggal setelah melakukan pengobatan alternatif berbiaya mahal chiropractic di Jakarta. Banyak diberitakan pasien mengalami pecah pembuluh darah di leher setelah diterapi.

Pachenews, melakukan wawancara dengan salah seorang dokter ahli bedah tulang dari salah satu rumah sakit tulang di Surakarta tentang chiropraktik, meskipun tidak bersedia dipublikasikan, tetapi cukup memberikan jawaban atas tanda tanya di tengah masyarakat.

Menurutnya praktik chiropractic tidak ubahnya dengan praktik-praktik pengobatan alternatif yang lain, terkadang berbahaya apaliba dilakukan oleh orang yang tidak tepat, tetapi juga kadang bermanfaat apabila dilakukan oleh ahlinya.

Seringkali yang berbaya dalam praktik chiropractic adalah tidak terukurnya kontra inidikasi, karena para terapis yang tidak semuanya mengerti ilmu medis, menjadikan mereka tidak memahami kontra indikasi dari kondisi tubuh pasiennya.

“Dengan praktik terapi yang keras seperti itu, coba kalau pasiennya penderita osteoporosis, pasti hancur tulangnya, inilah yang saya maksud kontra indikasi”, dijelaskannya.

Menurutnya, meskipun hanya dugaan spekulatif, kemungkinan besar pasien chiropractik yang meninggal di Jakarta tersebut dikarenakan kontra indikasi. Sebelumnya pasien sudah menderita pelebaran pembuluh darah, atau penipisan dinding pembuluh darah. Terapi yang ekstrim menjadikan robeknya pembuluh darah, dan ini tidak dideteksi oleh pelaku pengobatan. Pasien pun terkadang hanya terfokus pada indikasi penyakit yang diterapi, tanpa menyadari pada kontra indikasi pada kondisi tubuh sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here