Home Warta Regional Penyerangan dengan Korban Anak Kembali Terjadi Di Kecamatan Dukuhseti

Penyerangan dengan Korban Anak Kembali Terjadi Di Kecamatan Dukuhseti

1513
0
SHARE
Kades Kembang

Pachenews.com – Kecamatan Dukuhseti merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pati yang paling utara karena berbatasan langsung dengan kabupaten Jepara. Kecamatan ini memiliki sejarah panjang tindak kekerasan, meskipun dalam beberapa tahun belakangan ini telah menurun ekskalasinya.

Penyakit lama kembali berulang, saat segerombolan pemuda yang diperkirakan mabuk dari desa Dukuhseti, yang berjumlah lebih dari 20 orang dengan mengendarai kendaraan roda dua menyerang desa tetangganya yaitu desa Kembang. Penyerangan tersebut terjadi pada tengah malam hari selasa malam rabu 5 Januari 2016.

Kronologi kejadian pada sekitar jam 12 malam, segerombolan pemuda tersebut menyerang RT5/II desa Kembang. Kejadian tersebut bukan merupakan kejadian yang tidak berdiri sendiri, karena diawali oleh salah seorang pemuda desa Dukusheti yang melintasi wilayah desa kembang dengan mengendarai sepeda motor mengebut dan suara keras saat tengah malam. Akibat ulahnya, Pemuda dari desa Dukuhseti tersebut kemudian merasa dilempar batu oleh penduduk desa Kembang. Merasa tidak terima dilempar batu akhirnya mengajak teman-temannya, untuk menggeruduk ke desa Kembang.

Tindakan ngawur yang dilakukan sekelompok pemuda tersebut dengan membawa senjata tajam, akhirnya menjumpai anak dibawah umur yang berinisial D (14 th) siswa SMP Tayu dan seorang lagi bernama Sunarko (40) yang berprofesi sebagai buruh yang kemudian dikroyok dan terluka.Kedua korban akhirnya menderita luka parah dan kemudian dirawat di RSI Pati, selama lima hari.

Buntut dari masalah ini, pemerintah desa Kembang melaporkan kejadian di Polsek Dukuseheti, dan diharapkan ditindaklanjuti secara hukum, karena menyangkut tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Kepala Desa Kembang, Juremi PA berharap aparat kepolisian memproses dan menindak lanjuti peristiwa ini sesuai dengan hukum yang berlaku. “Ini harus mendapatkan perhatian lebih, disamping karena terjadi tindakan kekerasan pada anak dibawah umur, peristiwa ini bila tidak diselesaikan akan menyebabkan konflik sosial berkepanjangan” Juremi menambahkan saat ditemuai Pachenews.com

Hanya saja menurut Kepala Desa Kembang, sampai saat ini belum ada tindakan apapun dari kepolisian, meskipun semua saksi telak dimintai keterangan di Polsek Dukuhseti pada sekitar 7 Januari dan korban telah divisum. Korban dan keluarga korban terutama yang anak dibawah umur, merasa tertekan karena belum mendapatkan tindakan perlindungan dari pemerintah, terutama dari unit perlindungan anak, maupun dari dinas sosial.

Lebih jauh Kepala Desa Kembang, berharap upaya hukum ini harus mendapatkan perhatian serius dari Polres Pati, karena menyangkut trauma anak dibawah umur. Semua pihak di Indonesia tentu saja tidak menginginkan tindak kekerasan terhadap anak terus berulang. (Lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here