Home Warta Regional Pelaku Teror di Pati Dibiarkan Bebas Berkeliaran

Pelaku Teror di Pati Dibiarkan Bebas Berkeliaran

653
0
SHARE

Pachenews.com – Puluhan orang dengan menggunakan sepeda motor, bergerombol dengan membawa senjata tajam, menyerbu dan mencari sasaran secara acak pada tengah malam hari selasa malam rabu 5 Januari 2016, di desa Kembang Kec. Dukuhseti Kab. Pati Jawa tengah. Mereka mencari orang-orang yang masih berada di luar rumah, dengan teriakan-teriakan dan bising kendaraan yang dikendarai dengan mesin bising, meneror ketenangan warga desa.

Masyarakat dicekam ketakutan, karena aroma kematian sangat kental dan siapapun akan berpeluang menemui ajal. Saat tiba di RT 5 RW II desa Kembang, secara tidak sengaja bertemulah gerombolan itu dengan anak kecil siswa SMP Tayu D (14 th), dan seorang temannya. Naas bagi D yang tidak mampu melarikan diri seperti temannya dengan bersembunyi, D dipegangi dan dikeroyok sehingga terluka parah. Belum puas mengeroyok D, segerombolan orang bersenjata tajam itu bertemu dengan Sunarko (40th), akhirnya dikeroyok dan dilukai dengan senjata tajam, dengan seakan-akan ingin membunuhnya.

Inilah kronologi kejadian teror yang dilakukan oleh sekelompok orang yang disinyalir dilakukan oleh pemuda desa Dukuhseti, yang diceritakan Kepala Desa Kembang Pak Juremi kepada Pachenews.com.

Bila kita rasakan kronologi kejadian itu sangat mirip dengan teror yang ada Thamrin Jakarta, karena sama-sama memiliki sasaran yang tidak jelas dan acak, yang tentu saja siapapun akan dapat menjadi sasaran aksi kekerasan. Korban tidak ditujukan secara spesifik, karena siapapun dapat dijadikan sasaran korban kekerasan. Tujuan utama yang diharapkan adalah munculnya ketakutan dan nuansa kengerian bagi seluruh masyarakat sehingga tidak mampu menghalangi semua keinginan kelompok ini.

Kepala Desa Kembang menyatakan bahwa sejak kejadikan itu, masyarakat desa Kembang dihantui oleh ketakutan, setiap malam cukup mencekam, karena tidak ada jaminan peristiwa serupa tidak terulang kembali. Pihaknya telah melaporkan ke Polsek Dukuhseti, tetapi sampai sekarang, dua minggu setelah peristiwa, tidak ada tindakan apapun dari Kepolisian maupun dari pemerintah Kabupaten. Negara seperti tidak hadir di Desa Kembang, bahkan untuk korban D (14th) yang mengalami trauma berat tidak mendapatkan perhatian dan pendampingan apa-apa.

Hasil investigasi Pachenews.com, dari beberapa saksi yang tidak berani untuk disebutkan identitasnya, masyarakat desa Kembang semakin ketakutan, karena dalang peristiwa teror itu banyak diketahui oleh masyarakat sangat dekat dengan aparat keamanan. Penguasaan ratusan hektar lahan hutan yang ditanami tanaman ketela, dengan keuntungan lebih dari 60 juta/ hektar, disinyalir menjadikan orang kuat ini dapat mendekati siapapun yang diinginkan.

“Milyarder seperti itu pasti sangat kuat mas, bisa melakukan apapun yang diinginkan, buktinya mereka bisa dengan bebas mengeroyok orang, tapi buktinya tidak pernah diapa-apakan itu mas”, kata salah seorang warga Kembang dengan nada putus asa.

Semua masyarakat di Kecamatan Dukuhseti sangat iri dengan warga Jakarta. Pelaku teror di Jakarta dengan cepat dilumpuhkan dan bahkan dibunuh oleh aparat kemanan. Ini menjadi pesan yang jelas bagi pelaku teror untuk tidak melakukan perulangan.

Hanya saja ini tidak terjadi di Kecamatan Dukuhseti, dimana pelaku teror di masyarakat dibiarkan bebas berkeliaran selama dua minggu setelah teror yang dilakukan. Masyarakat tetap dalam ketakutan dan suasana mencekam.

Kondisi ini cukup dipahami, karena menurut beberapa sumber, tokoh utama teror sangat dengan dengan aparat keamanan baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Sangat naif kalau itu benar, karena keberhasilan aparat keamanan dalam memberantas teroris di Jakarta, ternyata tidak ditindaklanjuti dengan pemberantasan aksi teror di Pati. (Lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here