Home Figur Pasangan Hasan Aminuddin-Risma, Penantang Potensial Gus Ipul

Pasangan Hasan Aminuddin-Risma, Penantang Potensial Gus Ipul

3531
1
SHARE
Hasan Aminudin

Pachenewsw.com – Fashihullisan, peneliti dari STKIP PGRI Pacitan cukup yakin Gus Ipul akan menjadi calon kuat Gubernur Jawa Timur, apabila tepat dalam memilih pasangan, terutama mengambil kesempatan menarik calon potensial untuk tidak ditarik kekuatan politik lain.

Lebih jauh dijelaskannya, Jawa Timur secara kasar dapat dilihat menjadi tiga sub budaya yaitu Mataraman, Pesisiran dan Tapal Kuda. Masing-masing sub budaya tersebut memiliki preferensi politik yang berbeda-beda. Gus Ipul yang berasal dari Pasuruan, maka dapat memainkan kecenderungan sub budaya Pesisiran dan Tapal Kuda.

Keuntungan lain yang harus diperhitungkan adalah Gus Ipul merupakan potret repersentasi Nahdliyin yang merupakan kekuatan cukup dominan di Jawa Timur. Diatambah lagi NU sebagai kekutan mayoritas di Jawa Timur sejak era reformasi belum pernah memiliki Gubernur, sehingga diyakini apabila Gus Ipul pandai memanfaatkan opini politik maka dapat memanfaatkan titik kulminasi keinginan NU untuk memiliki Gubernur di Jawa Timur.

Khofifah bisa jadi merupakan kompetitor yang sampai sekarang cukup diperhitungkan oleh Gus Ipul, karena pernah dua kali melakukan perlawanan cukup kuat dalam dua pilkada sebelumnya. Memang kekuatan perempuan Muslimat tidak dapat dianggap enteng oleh siapapun yang berkompetisi dengan Khofifah. Hanya saja Khofifah yang hari ini sudah menjadi Menteri Sosial, kemungkinan besar sudah enggan untuk kembali mencalonkan diri pada Pilgub Jatim untuk yang ketiga kali.

Calon potensial yang semestinya harus dibaca dengan tajam adalah munculnya aktor politik regional Jawa Timur baru yang cukup diuntungkan oleh pemberitaan positif media yaitu Risma, Walikota Surabaya. Risma mampu mengkomunikasikan keberhasilannya menjadi Walikota sehingga cukup dikenal oleh warga pesisiran Jawa Timur, dan bahkan kemudian diakui oleh PDIP untuk menjadi bagian dari kekuatan politiknya. Tokoh populer berkombinasi dengan kekuatan partai pemenang pemilu nasional merupakan kekuatan yang tidak dapat dianggap enteng oleh Gus Ipul. Risma diyakini akan mampu melakukan perlawanan yang cukup sengit di Pesisiran dan Mataraman.

Gus Ipul hanya akan mampu menunjukkan dominasinya di Pacitan untuk Mataraman saat melawan RIsma, yang merupakan kantong Demokrat, apalagi dianggap Gus Ipul memiliki kedekatan yang cukup baik dengan Demokrat.

Satu lagi aktor politik yang harus diperhitungkan oleh Gus Ipul adalah Hasan Aminuddin, karena Hasan Aminuddin merupakan representasi beberapa kombinasi kekuatan politik Jawa Timur. Hasan, mantan Bupati Probolinggo dua periode, sebagaimana banyak diketahui, merupakan salah satu tokoh NU, Representasi Madura dan Tapal Kuda, tokoh Nasdem yang cukup dekat dengan Surya Paloh dan satu lagi yang tidak bisa dianggap remeh, tokoh yang cukup dekat dengan KH. Hasyim Muzadi.
Dua kali Pigub Jatim dan Muktamar Jombang merupakan bukti tidak selarasnya pandangan politik KH. Hasyim dengan Gus Ipul, apabila mampu dimanfaatkan oleh Hasan Aminudian, maka akan menjadi stimulan politik yang cukup ampuh.

Fashihullisan menekankan, Gus Ipul harus mampu membaca kemungkinan berpasangannya Hasan Aminudin dan Risma. Apabila dua tokoh tersebut mampu dikawinkan, maka mereka bisa jadi menjadi simpul banyak representasi kekuatan politik, mulai dari kekuatan PDIP, NU, Pesisiran, Tapal Kuda, dan akan mampu memberikan perlawanan yang cukup baik di Mataraman. Apalagi bila Hasan Aminudian merupakan calon Gubernur, maka dua tokoh besar Nasional diprediksi akan melakukan dukungan mati-matian, yaitu Surya Paloh dan KH. Hasyim Muzadi. Ditambah lagi keberadaan Risma akan mendapatkan tambahan kekuatan dari Megawati, atau bahkan Jokowi, karena Jawa Timur dianggap cukup penting bagi PDIP karena belum pernah mampu mengantarkan kader aslinya menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Timur.

Pilihan yang dianggap paling tepat adalah dengan mencuri Risma agar tidak jadi berpasangan dengan Hasan Aminudin. Gus Ipul harus mulai mendekati Risma untuk menjadi calon wakilnya, agar konsentrasi dukungan dan kombinasi politik Hasan-Risma tidak jadi terlaksana.

Hanya saja Gus Ipul juga harus tetap waspada, apabila Hasan mendapatkan pasangan tokoh diluar NU dan representasi Mataraman. Hasan akan cukup dominan di Tapal Kuda, wakilnya akan mampu bertarung di Mataraman, dan untuk Pesisiran akan digarap oleh KH. Hasyim Muzadi yang cukup memiliki kekuatan di Pesisiran Jawa Timur.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here