Home Warta Daerah Pemkab Kirim Utusan Jemput Eks Anggota Gafatar Asal Pacitan ke Surabaya

Pemkab Kirim Utusan Jemput Eks Anggota Gafatar Asal Pacitan ke Surabaya

380
0
SHARE
Jpeg

Pachenews. Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan tunjukan keseriusanya untuk memberi perlindungan terhadap masyarakat tanpa pandang bulu. Terbaru pemerintah kabupaten Pacitan mengirim utusan untuk melakukan penjemputan terhadap warga Pacitan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari kalimantan barat ke Surabaya.

Minggu, 24 Januari 2016 pukul 21.20 WIB telah berangkat empat orang tim gabungan dari Polres Pacitan dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pacitan menuju Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Tim gabungan tersebut diutus dalam rangka melakukan penjemputan HS (eks anggota gafatar) beserta keluarganya untuk dikembalikan kepada keluarga asalnya.

Adapun empat orang anggota tim tersebut adalah Harminto (Pegawai Dinsosnakertrans), Brigadir Agus dan Brigadir Nanang (Anggota Polres Pacitan) dan Dodit (Driver Pemda)

Berdasar informasi yang dihimpun Pachenews.com, HS dan keluarganya akan dikembalikan kepada orang tuanya di RT/RW 03/02, Dusun Krajan lor, Desa Tanjung puro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya bahwa Sebanyak 1500 orang pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) berada di tempat penampungan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka dievakuasi petugas dari Kabupaten Mempawah karena mendapat penolakan dari warga sekitar.

Dari 1500 orang tersebut, Total seluruh mantan anggota Gafatar asal Jatim berjumlah lebih dari 600 orang, namun belum ada data pasti karena masih dilakukan pendataan. 5 diantaranya dari jumlah tersebut adalah warga Pacitan, Jawa Timur. Adapun nama-nama eks pengikut Gafatar dari Pacitan tersebut adalah Purwanto (35), Hari Subagio (31), Ida Martanti (30), Satria Finandita (4) dan Satria Abymanyu (2).

Para pengungsi ditampung di Asrama Transito Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jatim dibagi dalam sembilan barak, yakni empat barak berbentuk kamar, lima barak berbentuk los yang dilengkapi 60 kamar mandi dengan fasilitas MCK. Pengamanan ketat oleh Polri dan TNI juga dilakukan untuk meminimalisasi gangguan keamanan dan ketertiban yang dikhawatirkan terjadi. (Sep)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here