Beranda Warta Daerah GP Ansor Pacitan : Pemda Harus Patenkan Produk Budaya Lokal

GP Ansor Pacitan : Pemda Harus Patenkan Produk Budaya Lokal

336
0
Rakercab Ansor Pacitan

Pachenews. Pacitan – Pacitan dikenal dengan kota 1001 goa, baru-baru ini pacitan juga mendapat julukan baru menjadi kota sejuta pantai, slogan-slogan tersebut tidaklah berlebihan karena memang nyata adanya. Namun perlu di tegaskan bahwa selain kaya dengan alamnya Pacitan juga kaya akan hasil karya manusianya baik dalam bentuk budaya, seni, karya kerajinan tangan dan lain sebagainya yang tidak kalah mempesona.

Semua orang tahu bagaimana Wayang Beber yang menjadi produk budaya khas Pacitan dengan nilai historis dan seni yang begitu luar biasa, selain Wayang Beber masih banyak produ-produk budaya yang tersebar di duabelas kecamatan di Kabupaten Pacitan. Dimana setiap kecamatan memiliki produk budaya yang khas sendiri-sendiri.

Hal ini jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, maka akan menambah keindahan pacitan dan bukan hanya mengandalkan alam yang menjadi karunia tuhan. Namun hingga saat ini pemerintah daerah dianggap masih setengah-setengah mengembangkan potensi pacitan.

Gerakan Pemuda Ansor Pacitan menilai, pemerintah bergerak sangat lamban dalam mengembangkan potensi Pacitan di berbagai sektor, khususnya pariwisata hingga saat ini ketika kran marketing pariwisata dibuka, pemerintah tidak punya konsep yang tepat untuk mengelola pariwisata.

Selain hal tersebut mengenai produk budaya pemerintah kabupaten Pacitan juga dinilai kurang memperhatikan perkembanganya. “Pemerintah daerah lamban menangkap peluang, kita tahu selain alam yang kaya budaya kita juga luar biasa, namun ketika pemerintah tidak segera mematenkan produk budaya itu menjadi milik pacitan maka kita tersalip kabupaten lain yang juga memiliki jenis yang sama” Ungkap Damhudi Pembina Ansor Pacitan saat ditemui Pachenews.com di sela-sela kegiatan Rakercab Ansor (07/02/2016).

“Contoh teranyar Tari Kethek Ogleng kita telah di dahului oleh kabupaten Wonogiri yang sudah mematenkan tari tersebut menjadi tarian khas Wonogiri dan akan menjadi landmarknya Wonogiri, jika tidak segera maka rontek, calsedon, dan lain-lainya akan di hak patenkan oleh daerah lain yang lebih cepat menangkap peluang, kemudian kita hanya akan bisa menyaksikan saja” imbuhnya.

Memang benar produk-produk lokal tersebut sangat rentan untuk didahului daerah lain dalam hal memberi hak paten sebagai budaya khas daerah karna semua daerah di sekeliling Pacitan punya batu jenis calsedon sedangkan rontek semua bisa menciptakan alat musik dari bambu tersebut. Sehingga jika tidak cepat-cepat memberikan hak paten terhadap produk budaya tersebut kita siap-siap saja untuk kehilangan. (Sep)

 

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.