Beranda Warta Daerah Bupati Pacitan Dilantik Maret, Makna Pilkada Serentak Jadi Bias

Bupati Pacitan Dilantik Maret, Makna Pilkada Serentak Jadi Bias

222
0

Pachenews.com. Pacitan – Kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terkait pengaturan jadwal pelantikan pasangan calon kepala daerah terpilih, sepertinya masih memunculkan perdebatan. Hal tersebut terkait akhir masa jabatan kepala daerah yang berimbas mundurnya waktu pelantikan. Kasubag Perundang-Undangan, Bagian Hukum, Setkab Pacitan, Deni Cahyantoro, mengatakan, sebagaimana amanah regulasinya, kepala daerah dalam hal ini bupati dan wakil bupati yang akhir masa jabatannya setelah tanggal 17 Februari, sejatinya bisa diikutsertakan dilantik pada tanggal tersebut. Pun, bagi calon petahana yang terpilih kembali saat perhelatan pemilu kepala daerah, Desember lalu.

“Undang-Undang membenarkan kalau pasangan calon petahana yang terpilih kembali, bisa dilantik sebelum akhir masa jabatan. Jadi kalau ada pertanyaan bisa atau tidak, saya tegaskan sangat bisa sebagaimana ketentuan regulasinya,” kata Deni, Kamis (11/2).

Deni juga berpendapat, dengan munculnya kebijakan terkait jadwal pelantikan yang terbagi dalam tiga gelombang, yakni pada Februari, Maret serta Juni, ‎bakal menggugurkan makna kata pilkada serentak yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang. “Jadi kalau jadwal pelantikan pasangan calon terpilih harus terbagi dalam tiga gelombang, tentu akan menggugurkan makna dari kata serentak yang diamanatkan Undang-Undang,” tutur pejabat eselon IVB itu pada awak media.

Dengan tidak serentaknya jadwal pelantikan pasangan calon terpilih, bakal berdampak terhadap akhir masa jabatan kepala daerah nantinya. Sebab, akhir masa jabatan akan dihitung sejak pasangan calon dilaksanakan pengambilan sumpah dan janji.

Terkait dengan pasangan calon terpilih di Pacitan, Deni menegaskan, sejatinya prosesi pelantikan bisa diikutsertakan pada gelombang pertama nanti. Meski, masa purna tugas bupati dan wakil bupati periode 2011-2016, empat hari setelah tanggal tersebut. ‎”Sejatinya gak masalah, kalau Pacitan itu ikut pelantikan pada gelombang pertama nanti. Regulasi membenarkan, namun kebijakan pemerintah yang membedakan,” cetus Deni. (yun/Net).

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.