Home KE-NUan GP Ansor Arjosari Giat Lakukan Turba dan Bentuk Pengurus Ranting

GP Ansor Arjosari Giat Lakukan Turba dan Bentuk Pengurus Ranting

237
0
SHARE
Turba GP Ansor Arjosari di Desa Karangejo

Pacitan – Setelah sukses menggelar Diklatsar dan berhasil merekrut sebanyak 80 anggota Banser baru pada 29-31 Januari lalu, Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, giat melakukan kegiatan Turba (turun ke bawah) dan konsolidasi organisasi ke desa-desa. Mereka membentuk dan menghidupkan kepengurusan Ansor di tingkat ranting yang selama ini fakum.

Dalam satu bulan terakhir ini, GP Ansor Arjosari telah melakukan turba sebanyak tiga putaran. Yang terakhir, Jum’at malam (4/2) turba dilakukan di Desa Karangrejo. mereka diterima dengan hangat oleh Kepala Desa Karangrejo Sukhoiri dan Tokoh masyarakat setempat Kiai Sardi. Turba diisi dengan musyawarah pembentukan pengurus GP Ansor, Satuan Koordinasi Kelompok (Satkorkel) Banser dan Rijalul Ansor.

Kepala Desa Karangrejo, Sukhoiri menyambut baik dan mempersilahkan GP Ansor Arjosari membentuk pengurus ranting di desa yang dipimpinnya. Ia berharap, kedepan GP Ansor dan pemerintah desa dapat bekerjasama dan berperan dalam mewujudkan pembangunan desa. “Kami mengajak kepada pengurus ranting yang terpilih, untuk bersama-sama membangun desa karangrejo menjadi desa yang tentram dan religius,” katanya di Masjid Jami’ desa setempat.

Pihaknya juga akan mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang diadakan oleh GP Ansor, seperti kegiatan pengajian rutin atau selapanan, kegiatan shalawatan Rijalul Ansor dan kegiatan sosial lainya. “Atas nama pemerintah desa, Insya Allah kami akan mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh GP Ansor,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Arjosari, H Hamka Hakim mengatakan, Turba merupakan bagian dari rencana tindak lanjut (RTL) kegiatan Diklatsar. Usaha pembentukan pengurus ranting di seluruh Kecamatan Arjosari dalam rangka menata organisasi yang selama sepuluh tahun terakhir ini fakum tanpa ada kegiatan.”Selama sepuluh tahun terakhir kepemimpinan kami, baru kali ini Ansor membentuk pengurus di tingkat ranting,” kata lulusan Universitas Al Azhar Mesir itu.

Dikatakanya, GP Ansor sebagai wadah para pemuda NU, selama ini dianggap tertinggal dengan keberadaan Badan Otonom (Banom) seperti Muslimat yang berhasil menata organisasinya dengan baik hingga ke desa-desa dan telah melakukan berbagai kegiatan tiap bulan sekali. “ Ini yang menjadi motivasi kami, jangan sampai kegiatan NU dan pemuda Ansor di Kecamatan Arjosari ini kalah semangat dengan ibu-ibu muslimat,” kata Hamka yang juga Dosen STAIFA Kikil Pacitan itu.

Hamka berharap, GP Ansor yang memiliki dua sayap, yakni Banser dan Rijalul Ansor kedepan harus lebih berperan di tengah-tengah masyarakat khususnya di pedesaan. Sebab kebesaran NU dan indonesia berawal dari desa.”Kami mengajak pengurus ranting yang terpilih untuk bersama-sama menghidupkan NU di desanya masing-masing,” pungkasnya.

Dalam turba dan konsolidasi organisasi kali ini berhasil dibentuk kepengurusan ranting. Terpilih Nasrowi sebagai ketua Ranting Ansor Karangrejo, Ahmad Jajali sebagai ketua Satkorkel Banser, dan Mutripin sebagai ketua Rijalul Ansor. (Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here