Home KE-NUan Alhamdulillah, Presiden Jokowi Sudah Miliki E-Kartanu

Alhamdulillah, Presiden Jokowi Sudah Miliki E-Kartanu

158
0
SHARE
Ketum PBNU menyerahkan E-Kartanu kepada Presiden Jokowi

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/3). Ihwal pertemuan tersebut, PBNU mengundang presiden Joko Widodo untuk hadir dan membuka acara International Summit of Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) yang akan diselenggarakan pada 9-11 Mei 2016 mendatang.

Pada pertemuan tersebut, Kang Said juga memberikan Elektronik Kartu Anggota NU (e-Kartanu) kepada Presiden Jokowi. Saat menerima Kartanu tersebut, Jokowi terlihat senang dan tersenyum sumringah. E-Kartanu atas nama Ir H Joko Widodo dengan nomor anggota 3107300000001.

Pengurus PBNU yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya KH Ma’ruf Amin (Rais Aam PBNU), KH Maksoem Makfoedz (Waketum PBNU), Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU), Bina Suhendra (Bendum PBNU), Anggia Ermarini (Ketum Fatayat NU), Yaqut Cholil Qoumas (Ketum PP GP Ansor), dan Harfiq Hasnul Qolbi (Ketua LPNU)

Dihadapan Jokowi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa acara International Summit of Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) nantinya akan membahas permasalahan di dunia Islam seperti terorisme, radikalisme, termasuk mengenai kemerdekaan Palestina.

Kang Said mendukung sikap pemerintah yang menolak ajakan Israel untuk menjalin hubungan diplomatik. Ia menilai bahwa selama Israel masih mendzolimi Palestina, pemerintah harus menolak ajakan tersebut.

“Selama Israel masih menggusur desa-desa di Palestina, rumah-rumah warga Palestina, kita belum menyetujui adanya hubungan bilateral,” jelas Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqofah, Jakarta Selatan ini.

Menurutnya, jika Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka, maka akan terjadi goncangan politik luar negeri. “Itu harus didahului dengan pendekatan informal, lobi-lobi informal. Kalau terus formal (pendekatannya) ya enggak bisa, bisa menggoncangkan konstelasi politik,” terangnya.

Selain itu, ia juga meminta presiden Jokowi untuk lebih tegas menindak kegiatan, kampanye atau apapun yang mendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia.

“(PBNU) mengusulkan pemerintah tegas lagi menolak LGBT karena sikap NU sudah jelas, tegas, dan keras menolak LGBT. Pemerintah malah kurang tegas dalam hal ini. RRC (Republik Rakyat China) sudah melarang, Singapura melarang, Indonesia harus tegas melarang LGBT,” tegasnya.(NU Online/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here