Home Nusantara Kang Amin : Konkoorcab PMII Jatim XXII, Momentum Rekontruksi Gerakan.

Kang Amin : Konkoorcab PMII Jatim XXII, Momentum Rekontruksi Gerakan.

360
0
SHARE

Menjelang akan digelarnya Konferensi Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi  (PMII) Jawa Timur yang akan dihelat pada tanggal 27-30 April 2016  di Kota Reog Ponorogo akan menjadi momentum penting bagi seluruh kader dan alumni PMII Jawa Timur, regulasi jabatan ketua yang akan dilaksanakan akhir april nanti menjadi titik tolak berjalannya oraganisasi PMII Jawa Timur yang akan datang. Tentunya harus ada formulasi yang pas untuk kepemimpinan organisasi PMII yang akan datang.

Achmad Nur Aminudin memaparkan PMII sebagai organisasi gerakan mahasiswa terbesar, dan di Jawa Timur memiliki cabang diseluruh Kabupaten dan Kota harusnya selalu eksis dan menjadi barometer seluruh gerakan mahasiswa di tengah-tengah persaingan global”.

Bangunan idealism kelompok intelektual yang hari ini disandang kader PMII tetap harus dikumandangkan, moral of force dijadikan acuan gerakan sebagai bagian pembelaan kaum mustadafiin. Konkoorcab XXII sebagai proses Kaderisasi dan regenerasi dan penggodokan jati diri PMII yang kemudian diterjemahkan dalam garis besar program dan diimplementasikan dalam gerakan PMII Jawa Timur dua tahun kedepan. imbuh Ketua PMII Jawa Timur 2005-2007 itu.

Kang Amin berharap besar kepada Sahabat Pengurus Cabang Se Jawa Timur untuk benar-benar memanfaatkan agenda dua tahunan itu menjadi momentum rekonstruksi gerakan dan pengurus cabang dalam memilih Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur tidak asal-asalan, diantaranya yang dipilih harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut :

Yang pertama, Mampu melakukan kaderisasi yang lebih ideologis progresif dan selalu mampu membaca tantangan zaman, hal ini dimaksudkan bahwa seorang pemimpin harus mampu mengkonsolidasikan potensi kader diberbagai wilayah Jawa Timur dan mampu membaca dengan detail setiap laju pergerakan jaman untuk menjawab setiap problematika, tantangan dan masalah dengan detail. “Dengan seperti itu PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang dikenal dengan karakteristik Ahlusunnah Wal Jamaah tidak gagap menghadapi setiap detail gempuran berbagai ideologi yang semakin liar dan menggerus militansi kader”. tegasnya

Yang kedua, PMII Jawa Timur harus memiliki data base kaderisasi dan keanggotaan PMII secara administrative dan sistematis. Hal ini dimaksudkan untuk merapikan metode penyusunan dan inventarisir data anggota yang selama ini dikenal lemah dan kurang memadai,  Mampu mengelola jaringan alumni menjadi sebuah pelampung besar dalam membangun NKRI yang berdaulat dan menegakkan Islam Ahlussunah Wal Jama’ah.

Ketiga, Seorang ketua PKC harus memiliki kompetensi dan potensi untuk bisa menjawab sekaligus memenuhi kriteria mendasar tersebut, karena itu merupakan indikator fundamental dan menyeluruh bagi keberlangsungan keberadaan dan eksistensi PKC PMII Jawa Timur kedepan. (ASM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here