Home Warta Daerah Sesepuh NU Pacitan Dukung Generasi Muda untuk Berpolitik

Sesepuh NU Pacitan Dukung Generasi Muda untuk Berpolitik

186
0
SHARE
Foto : KH Abdul Mukti

Pachenews, Pacitan – Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Kabupaten Pacitan, satu dekade terakhir jamiyyah Nahdlatul Ulama terpuruk dalam kancah perpolitikan lokal. Hal tersebut dibuktikan, selama dua periode pemilu (pemilihan umum) tidak ada satupun kader terbaik organisasi ini duduk di legeslatif.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan representasi politik warga NU seolah tumpul dan tak bertaji, buntut konflik nasional partai berlambang bola dunia ini di tahun 2009. Kepengurusan partai tidak bisa berjalan secara masif, mesin politik mogok dikarenakan masalah internal yang tak kunjung usai.

Kondisi ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi generasi muda NU, terlebih mereka yang mempunyai bakat politik dan punya cita-cita melihat kejayaan warga NU kancah politik seperti tahun 1999.

“Warga NU secara politik sepuluh tahun ini tercerai berai dan berada dimana-mana, hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi yang baik antara kekuatan struktur dan kekuatan kultur sehingga kekuatan ini lebih mudah dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang efeknya untuk organisasi nihil,” ucap Agus Salim merepresentasikan kegelisahan generasi muda NU saat di temui Pachenews.com.

Keadaan yang demikian tidak hanya menjadi beban pemikiran generasi muda namun juga kalangan sesepuh NU yang dulu pernah membawa warga NU pada kejayaan di kancah perpolitikan. KH Abdul Mukti saat di temui Pachenews mengatakan, harus ada perubahan stigma untuk tidak saling menyalahkan terkait kondisi terkini politik warga NU. namun harus segera bangkit dan kembali membangun kembali dan menambal kembali kapal besar yang bocor ini.

“Dipacitan tidak ada kiai kharismatik yang mudah untuk mengendalikan jamaah dalam berpolitik, maka dari itu generasi mudalah yang harus menjadi mesin politik warga NU. saya yakin jika generasi muda sudah bergerak, tidak lama lagi kejayaan akan kembali,” tutur kiai yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur di masa orde baru itu.

Hal senada juga disampaikan oleh H Murni Syamsudin, salah satu pendiri PKB Pacitan, tidak ada lagi harapan kita untuk berpolitik kecuali generasi muda. “Saya dan tokoh-tokoh sepuh lainya sangat berharap kita kembali seperti tahun 1999 dan 2004, kuncinya adalah NU dan PKB harus bersatu, tidak ada lagi perbedaan pandangan dan bersama-sama membangun NU melalui jalur politik, pemersatu ini adalah generasi muda NU, Tidak ada yang lain,” ucapnya di Pacitan

Berbagai statemen tersebut merupakan bukti bahwa masih ada gairah, namun dibutuhkan penggerak untuk menentukan garis politik warga NU Pacitan, kuncinya adalah seluruh elemen harus bersatu dan menyingkirkan kres pribadi demi kemaslahatan umat. (Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here