Home Kolom Hari Pahlawan: Kaum Muda Harus Jaga Kebhinekaan

Hari Pahlawan: Kaum Muda Harus Jaga Kebhinekaan

112
0
SHARE

10 Nopember 1945 merupakan tonggak sejarah Hari Pahlawan Nasional yang mana pertempuran di Kota Surabaya merupakan peristiwa berdarah yang menjadi saksi sejarah betapa gagah dan beraninya tentara Indonesia mengusir pasukan Belanda.

Pertempuran besar itu terjadi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan 17 Agustus 1945 dan merupakan peperangan pertama setelah Republik Indonesia berdiri secara berdaulat.

Perang 10 Nopember 1945 merupakan perang terbesar “Hidup atau Mati” dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia serta menjadi simbol perjuangan pahlawan Indonesia terhadap aksi kolonialisme.

Yang mana semua itu terjadi tidak lepas dari peran para pemuda Surabaya kala itu. Jika kita mengingat sejarah betapa susah payahnya para pendahulu untuk meraih kemerdekaan kala itu maka mari kita sebagai generasi penerus yang tinggal menikmati kemerdekaan ini untuk terus bersatu dan mempertahankan kemerdekaan. Tanpa memandang ras, suku, Agama, organisasi dan keyakinan masing-masing, Dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Dengan peristiwa akhir-akhir ini yang mana kekerasan dan main hakim sendiri terjadi dimana-mana dari skala kecil sampai kerusuhan skala besar. Dengan ini mari kita mengingat kembali sejarah karena dengan mengingat sejarah maka kita akan sadar betapa susahnya kemerdekaan dahulu diraih. Sehingga kita semua sadar untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama, suku, ras bahkan organisasi apapun.

Dengan Peringatan Hari Pahlawan ini jangan hanya menjadi rutinan ceremonial belaka, namun juga memberikan nilai Nasionalisme yang kuat, khususnya bagi para generasi muda. Radikalisme dan teror atas dasar apapun tidak dibenarkan dalam negara kita ini. Dengan taat pada hukum dan mempercayakan hukum kepada pihak yang berwajib adalah salah satu kunci supaya bangsa ini terhindar dari radikalisme, teror dan main hakim sendiri.

Bhinneka Tunggal Ika yang mana mengandung makna Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, adalah rujukan kita sebagai bangsa yang majemuk untuk terus bersatu dan menatap satu tujuan adalah menjadikan bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar tanpa permusuhan dan perpecahan. Dengan perbedaan kita saling menghargai dengan perbedaan pula kita mencoba untuk terus menghormati.

Indonesia bangsa yang besar dan Indonesia juga Bangsa yang majemuk, menjaga kebhinekaan Adalah kunci untuk terus bersatu atas kemajemukan ini.

Amruddin, Ketua Ikatan Pelajar NU (IPNU) Pacitan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here