Home Nusantara Sosial IPNU Pacitan: Bermedia Sosial dengan Arif dan Bijak

IPNU Pacitan: Bermedia Sosial dengan Arif dan Bijak

114
0
SHARE
Kader IPNU IPPNU Pacitan usai berdiskusi

Pache News, Pacitan– Seiring berkembangnya zaman yang kian modern dan canggih, manusia tidak bisa lepas dengan yang namanya media sosial. Bagi mereka, media sosial sudah menjadi gaya hidup yang sudah tidak bisa dipisahkan dalam aktifitas sehari-hari.

Dampak positif bisa didapatkan oleh para pengguna media sosial, tergantung bagaimana cara menggunakanya. Namun tak sedikit pula dampak negatif yang timbul dari aktifitas bermedia sosila, mulai dari saling menyindir, saling mencaci-maki, bahkan saling memfitnah antar satu dengan lainya.

Oleh karena itu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( IPPNU) Pacitan secara serius mendiskusikan hal tersebut pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November. Diskusi bertema “Bahaya Radikalisme Media di Era Modern” dipimpin oleh Ketua IPNU Pacitan, Amruddin.

Di hadapan puluhan kader IPNU IPPNU, Amruddin mengajak agar dalam bermedia sosial untuk dapat berlaku arif dan bijak. Jangan sampai dalam menggunakan media sosial justru merusak persatuan dan kesatuan bersama.

“Padahal rasa persatuan dan kesatuan itu susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan kita sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan seperti yang kita rasakan saat ini,” katanya, Kamis (10/11) di Pacitan.

Mengenai banyaknya issue yang berkembang akhir-akhir ini, maka para pelajar NU untuk tidak mudah terprovokasi. Dia berharap kepada seluruh kader untuk selalu bijak dalam menanggapi issue apapun di dalam media.“ Terlebih yang mengarah pada issue SARA,” katanya.

Sebagai kader NU yang berhaluan Ahlissunnah wal jama’ah harus bisa mengamalkan ciri utama ajaran aswaja yaitu; pertama, Tawasuth atau sikap tengah-tengah, yaitu tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan.

“Kedua, Tawazun atau seimbang dalam segala hal. Ketiga, I’tidal yaitu tegak lurus. Dengan mengamalkan tiga ciri diatas maka akan tercapainya syiar Islam yang Rahmatan lil ‘Alamiin,” katanya.

IPNU IPPNU sebagai badan otonom NU, dalam sikapnya harus merujuk sesuai arahan dan intruksi dari pimpinan atau kiai. Sebab para kiai berperan besar dalam meraih kemerdekaan ini.

“Jadi kita sebagai penikmat kemerdekaan ini mari kita jaga dan kita lestarikan dengan mengisi dengan hal-hal yang berdampak positif mulai dari hal terkecil yaitu media sosial. Menggunakan media sosial untuk mensyiarkan Organisasi kita supaya besar dan terus memberi manfaat untuk diri kita, bangsa dan Agama,” tandasnya. (Red Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here