Home Nusantara Sosial Mahasiswa Himpun Dana untuk Bantu Korban Longsor di Nawangan

Mahasiswa Himpun Dana untuk Bantu Korban Longsor di Nawangan

129
0
SHARE

Pache News, Pacitan –  Curah hujan tinggi selama beberapa hari belakangan yang mengguyur wilayah Pacitan khususnya di Kecamatan Nawangan, membuat sebagian warga di Desa Sempu harus kehilangan tempat tinggalnya.

Pasalnya, longsoran tanah yang bercampur dengan bebatuan menerjang beberapa rumah warga. Akibat kejadian itu, sedikitnya 27 rumah rusak dan 4 lainya roboh rata dengan tanah serta tidak bisa ditempati lagi.

Muswadi (35), salah satu korban bencana tanah longsor di dusun Tanggung RT 02 RW 16 desa Sempu mengatakan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Nawangan selama empat jam berturut-turut. “Akibatnya tebing-tebing yang berada di sisi rumah warga tergerus derasnya air, sehingga tebing runtuh dan menerjang bangunan yang berada di bawahnya,” katanya.

Akibat kejadian itu, Muswadi mengaku mengalami kerugian mencapai sepuluh juta rupiah. Selain itu, lanjutnya, beberapa warga yang terdampak longsor memutuskan untuk mengungsi ke tempat saudaranya yang lebih aman.

Dengan adanya informasi tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan bersama Badan Eksekutif  Mahasiswa STAINU, dengan cepat dan tanggap menggelar aksi penggalangan dana untuk korban tanah longsor yang berada di Desa Sempu Kecamatan Nawangan.

Aksi tersebut dilakukan pada  Jum’at (25/11). Para mahasiswa ini melakukan penggalangan mulai pukul 13.00. Mereka berangkat dari kantor PMII Cabang Pacitan menuju seputaran Trafic Light di perempatan Penceng. Mereka mengadahkan kotak kardus kepada para pengguna jalan yang berhenti di perempatan tersebut.

Aksi sosial ini dikoordinatori oleh Winaryo dan Rojihan. Selain menghimpun dana dari pengguna jalan, mereka juga melakukan orasi, menyampaikan agar selalu berhati-hati dan waspada serta diminta turut tanggap terhadap bencana yang terjadi di sekitarnya.

Ketua PMII Pacitan,Winaryo, mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan ini merupakan bagian dari hablum minannas (hubungan antar sesama manusia), yang menjadi salah satu nilai dasar pergerakan  PMII. “Kita Sebagai pemuda sudah selayaknya peka terhadap kondisi sosial kemasyarakatan yang terjadi disekitar kita, sehingga kita bisa mengetahui apa yang di keluhkan dan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Aksi penggalangan dana untuk korban longsor ini rencananya akan dilakukan hingga tanggal 27 November mendatang. Sementara itu, hasil penggalangan dana pada hari ini (25/11), para aktivis berhasil menghimpun dana dari masyarakat sebesar Rp 2.633.600.(Syahri/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here