Home Nusantara Sosial Datangi Wakil Rakyat, PMII Pacitan Tolak Kenaikan Harga BBM

Datangi Wakil Rakyat, PMII Pacitan Tolak Kenaikan Harga BBM

123
0
SHARE

Pache News, Pacitan – Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) Cabang Pacitan mendatangi wakil rakyat di gedung DPRD, Rabu (11/1). Mereka menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM, tarif listrik dan kenaikan tarif penerimaan bukan pajak (PNPB) yang menurut mereka sangat membebani rakyat kecil.

Ketua Umum PMII Pacitan Winaryo memandang kenaikan tersebut akan berdampak pada kenaikan biaya hidup masyarakat. Sejumlah kebutuhan pokok lainya dipastikan ikut naik pula.

”Dengan ramainya isu-isu di masyarakat serta media sosial tentang adanya kenaikan harga BBM, Tarif listrik dan Tarif Penerimaan Bukan Pajak (PNPB), dan setelah menimbang bahwa keadaan sosial masyarakat indonesia mengalami lemahnya perekonomian, maka dengan itu seluruh kader PMII Cabang Pacitan menolak berbagai kenaikan tersebut karena akan membebani masyarakat,” katanya dihadapan Ketua DPRD Pacitan, Ronny Wahyono, yang menerima mereka.

Mendengar aspirasi dari para mahasiswa,  Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono meyepakati tuntutan yang disampaikan PMII Pacitan.

“Kami sebagai wakil rakyat akan mendukung adanya penolakan masyarakat tentang kenaikan harga BBM, Tarif listrik dan Tarif Penerimaan Bukan Pajak (PNPB) yang sangat meresahkan masyarakat dan kami siap membantu jika ada masyarakat yang merasa terbebani,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD menandatangani surat keputusan tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa.

Pada hari yang sama, PMII Pacitan juga menemui Bupati Indartato di Pendopo Kabupaten. Mereka diterima oleh Bupati di Ruang rapat. Para mahasiswa bersemangat untuk menyampaikan aspirasi dari rakyat kecil kepada orang nomor 1 di Pacitan itu.

Namun mereka justeru mendapatkan respon yang berbeda dari Bupati. Hingga akhir pertemuan tidak ada keputusan bersama antara PMII Pacitan dengan Bupati Pacitan.

Bupati beralasan belum siap untuk menandatangani surat keputusan tuntutan dari mahasiswa dan meminta perubahan redaksi pada surat yang diajukan mahasiswa.

Namun PMII Pacitan menolak dan tidak mau merubah. Hingga pertemuan itu tidak menemukan titik temu sehingga di putuskan Deatlock.(Agus Purwanto/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here