Home Warta Daerah Tersapu Angin Badai, Bangunan Semi Permanen di Pantai Pancer Door Ambruk

Tersapu Angin Badai, Bangunan Semi Permanen di Pantai Pancer Door Ambruk

183
0
SHARE

Pache News, Pacitan – Setelah bencana tanah longsor dan Banjir beberapa kali terjadi di Pacitan, kini masyarakat harus ekstra waspada. Pasalnya, selama sepekan terakir, Wilayah Kebupaten Pacitan mengalami perubahan cuaca yang tidak menentu, Sehingga sangat rawan terjadinya bencana alam terutama angin putting beliung.

Pusat data dan Informasi Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca dan angin yang terjadi di wilayah Pacitan pada Jumat malam, 13 Januari 2017 pukul 22.45 WIB. “Angin berhembus dari barat ke timur dengan Kecepatan angin 6 – 24 km/jam. Cuaca Berawan, Suhu Udara 26 °C – 30 °C, dan Kelembaban 85 %,” demikian siaran tertulis yang diterima Pache News. Lebih lanjut BPBD menghimbau kepada masyarakat Pacitan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi.

Pada siang hari pasca peringatan BPBD tersebut angin kencang terjadi di wilayah pesisir pantai Pacitan dan mengakibatkan salah satu bangunan di kawasan pantai Pancer Door Pacitan ambruk, Pada Jum’at (13/1) siang. Sebuah bangunan joglo yang berada tepat di tepian pantai ambruk saat angin kencang menerpa. Saksi mata Agus Salim (48) mengatakan, Bahwa dalam beberapa hari ini memang di wilayah pantai Pancer Door Angin berhembus sangat kencang dan kadang disertai hujan, Sehingga mungkin struktur bangunan yang memang tidak terlalu kuat itu akhirnya roboh setelah beberapa hari terus menerus di terpa angin badai.

“ Walah mas, Hampir semingguan ini hujan badai disini, Jangankan Joglo lah bangunan Musium yang permanen dan agak jauh dari bibir panti ae kayak Mabur-Maburo” Ucapnya dengan gaya Pacitannya yang kental ketika ditemui Pache News di lokasi kejadian. Lebih Lanjut pak salim mengatakan bahwa kejadian ambruknya Joglo ini terjadi pada antara pukul 12.00-14.00 BBWI.

Anggota BANSER Pacitan Joko Sungkono yang berada di lokasi kejadian mengatakan bahwa pihaknya memang dari awal sudah menduga kalau kejadian ini bakal terjadi, mengingat memang bangunan ini sesungguhnya didesain bukan sebagai bangunan permanen, tapi hanya bangunan sementara yang dipergunakan untuk acara di minggu lalu. “ Seng penting Renek Korban Jiwa Mas, Itu yang penting” Ucapnya.

Dikonfirmasi Secara terpisah, M. Rofiqin Selaku penanggung jawab pembangunan Joglo tersebut mengatakan bahwa pihaknya membangun joglo ini sekitar sepekan lalu, yaitu pada 8 Januari. Lebih lanjut M. Rofiqin mengatakan bahwa proses pengerjaannya sudah maksimal hanya saja  cuaca memburuk dan posisi bangunan pun hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai.

Pantauan di lokasi terlihat sejumlah pekerja tengah membersihkan material bangunan yang ambruk, Mandor yang bertanggung jawab atas pembersihan puing-puing bangunan yang roboh mengatakan sebenarnya pihaknya sudah di kontrak untuk membongkar bangunan ini sejak beberapa hari lalu dan pihaknya sudah bersedia menerima pekerjaan tersebut serta berjanji akan melaksanakan pada hari senin lusa. “ Saya sudah terima order mas untuk membongkar joglo ini, dan akan mulai nyambut gawe mulai senin, Lha kok malah roboh duluan” Ucapnya

Fenomena kejadian bencana alam ini sesungguhnya sudah pernah di Peringatkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jauh-jauh hari. Kepala BMKG Sutopo Purwo Nugroho Dalam pernyataan resminya di periode pertengahan tahun 2016 menyatakan bahwa indonesia akan mengalami fenomena La Nina sampai dengan periode awal tahun 2017.

Selain La Nina, Di beberapa wilayah di Indonesia juga mengalami Fenomena Dipole Mode Negatif dan Anomali suhu Muka air laut. Dan kondisi ini lah yang menyebabkan terjadinya Kemarau basah di beberapa wilayah di Indonesia, Selain itu Kombinasi antara La Nina, Dipole Mode dan anomali suhu muka air laut hangat, akan berdampak secara signifikan terhadap meningkatnya kejadian bencana, Terutama bencana Hidrometeorologi Yang di pengaruhi Oleh Cuaca, Seperti Banjir,Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung. (AS/El-Lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here