Home Nusantara Sosial Pelajar NU Ponorogo Kutuk Keras Aksi Pencabulan Oknum Guru terhadap 35 Siswinya

Pelajar NU Ponorogo Kutuk Keras Aksi Pencabulan Oknum Guru terhadap 35 Siswinya

193
0
SHARE

Pache News, Ponorogo – Dunia pendidikan di kota Reog Ponorogo tercoreng akibat ulah seorang oknum guru yang mencabuli muridnya. Oknum guru berisinial AN berusia 44 tahun melakukan aksi cabul terhadap 35 anak dibawah umur. Ironisnya, kesemua siswi itu merupakan anak didiknya di salah satu MTs di Kecamatan Grayun, Ponorogo.

Kini lelaki yang tidak patut dicontoh itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan aparat penegak hukum dan terancam dihukum berat.

Oknum guru yang merupakan seorang pembina Pramuka di sekolah itu tercatat melakukan aksi bejatnya antara bulan Agustus 2016 hingga Februari 2017.

Menyikapi kejadian yang memilukan itu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ponorogo mengutuk keras aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Pelajar NU Ponorogo mengecam keras tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap para pelajar tersebut.

“Kejadian (pencabulan) ini sangat miris sekali mengingat guru seharusnya memberikan suri tauladan yang baik untuk anak didiknya, tapi ini malah merusak masa depan muridnya sendiri,” kata Ketua IPNU Ponorogo Roni Yudianto. Jum’at (31/3).

Roni berharap kepada aparat penegak hukum untuk serius menangani kasus ini. Pelaku, katanya, harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan Undang-undang (UU) yang berlaku. “Menghimbau kepada pihak yang berwenang agar memproses kasus ini dengan seadil-adilnya,” tegasnya.

Roni mengajak kepada para pelaku pendidikan di Ponorogo untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh pelajar di Ponorogo khususnya, utamanya pelajar putri untuk terus menjaga diri dan berani melapor jika mengalami kekerasan ataupun pelecehan seksual,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari koran Radar Ponorogo, pelaku pencabulan itu melakukan perbuatan asusilanya dengan merayu muridnya sebelum akhirnya melancarkan aksi bejatnya itu. Agar perbuatannya tidak diketahui, dia mengancam para korbannya apabila sampai melaporkan ke polisi. Namun korban yang tidak terima tetap melaporkan ke Polisi. Korban baru melaporkan kebejatanya pada 21 Maret 2017 lalu.

Menurut Kassubag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto mengatakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Ponorogo telah menangkap AN, warga Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, pada Senin (27/3) sekitar pukul 17.00.

Tersangka ditangkap oleh aparat di daerah Sukabumi Jawa Barat. Atas perbuatannya itu, dia bakal dijerat  pasal 81 UU 35/2014 tentang pelindungan anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal lima Miliar rupiah. (Red: Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here