Home KE-NUan Pimpin NU Pacitan, Kiai Sadjad dan Kiai Mahmud Diminta Jadikan NU Lebih...

Pimpin NU Pacitan, Kiai Sadjad dan Kiai Mahmud Diminta Jadikan NU Lebih Mandiri

474
0
SHARE

Pache News, Pacitan- Konferensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pacitan pada Ahad (23/4), di Perguruan Islam Pondok Wates, Widoro, Pacitan mengamanahkan KH Abdullah Sadjad sebagai Rais Syuriyah dan KH Mahmud sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pacitan masa khidmah 2017-2022.

Pada sidang pemilihan Rais Syuriyah, yang dipimpin oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Timur H Rubaidi (Cak Ubaid) menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Dan berhasil memilih KH Abdullah Sadjad sebagai Rais Syuriyah PCNU, setelah melalui musyawarah yang beranggotakan lima Kiai Sepuh, diantaranya KH Burhanuddin HB, KH Faqih Sujak, KH Asmuni, KH Abdullah Sadjad, dan KH Busro Hawatif.

Sementara sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah, secara aklamasi seluruh peserta sidang menyepakati dan memilih kembali KH Mahmud sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU. Ini merupakan sejarah baru bagi NU Pacitan.”Jarang terjadi pemilihan Rais dan Tanfidziyah, terutama Tanfidziyah yang seorang ketua Tanfidziyah terpilih secara aklamasi dalam kondisi dinamika sosial politik akhir-akhir ini di Jawa timur,”katanya di arena Konfercab.

Sejauh ini, menurutnya, Pacitan adalah satu-satunya PCNU yang memilih ketua Tanfidziyah melalui musyawarah mufakat atau aklamasi.”Terjadinya pemilihan yang kondusif ini, pertama didahului oleh proses kaderisasi yang berjalan secara masif, sehingga menjadi proses pendewasaan dan proses organisasi yang sudah mulai profesional dengan pengakuan seorang ketua yang sudah menjalankan satu periode itu diakui oleh para pihak terutama keluarga NU dan pengurus NU yang memiliki hak suara,” jelasnya.

PWNU Jawa Timur mengapresiasi hasil Konfercab NU Pacitan. Menurut Cak Ubaid, pengurus PCNU kedepan setidaknya memiliki tiga tanggung jawab besar. “Pertama, memanagemen potensi yang sudah ada. Kedua, meneruskan berbagai kegiatan yang sudah bagus. Ketiga,  Maksimalisasi potensi para kader, untuk bisa menjadikan NU sebagai organisasi yang lebih mandiri. Ini tujuan yang penting. Sebab kemandirian NU adalah platfrom yang harus terjadi di seluruh pengurus cabang,” tandasnya.

Konferensi bertema “Menguatkan struktur, membina kultur dan membumikan tradisi untuk Pacitan yang sejahtera” ini diikuti oleh seluruh MWCNU se-Kabupaten Pacitan dan perwakilan badan otonom. (Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here