Home Figur Empat Peran NU Menurut Rais Syuriyah Terpilih

Empat Peran NU Menurut Rais Syuriyah Terpilih

163
0
SHARE

Pache News, Pacitan- Pelaksanaan Konferensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pacitan yang dilaksanakan pada Ahad, 23 April 2017 bertepatan dengan 26 Rajab 1438 berjalan dengan tertib. Forum musyawarah tertinggi pada tingkatan Cabang ini dianggap paling kondusif dan berhasil memilih pemimpin tanpa diwarnai silang pendapat oleh peserta Konfercab.

Penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) pada pemilihan Rais Syuriyah dan tercapainya musyawarah mufakat atau aklamasi pada pemilihan Ketua Tanfidziyah menunjukkan bahwa NU Pacitan semakin lebih dewasa dalam menjaga jatidiri organisasi.

Rais Syuriyah terpilih KH Abdullah Sadjad menyampaikan ungkapan terimakasih kepada para peserta Konfercab utamanya kepada para Kiai yang telah mengamanahkanya untuk duduk sebagai Rais Syuriyah, yang merupakan posisi tertinggi dalam kepengurusan NU.

Pak Sadjad, demikian ia biasa disapa, menuturkan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran dan posisi yang strategis dalam membina umat terutama yang berkaitan dengan pengembangan dalam bidang Dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi. “Oleh karena itu, empat komponen ini yang akan dikerjakan secara maksimal,” ucapnya saat ditemui di arena Konfercab, Ahad sore (23/4).

Berkaitan dengan program kerja, Pak Sadjad belum terburu-buru untuk menyusunnya. Ia berpandangan bahwa program kerja pengurus lama masih perlu dilanjutkan. “Kita akan melihat dulu program yang lama. Kalau kita analisa itu potensial, ya tetap akan kita berdayakan,” demikian kata Pengasuh Pesantren Nahdlatussubban, Arjowinangun, Pacitan itu.

Ia berharap, kepengurusan PCNU periode 2017-2022 dapat berjalan sesuai dengan tugasnya. Komposisi kepengurusan, menurutnya, akan diisi oleh kader-kader terbaik dan yang potensial di bidangnya. “Harapanya NU Pacitan bisa lebih baik lagi. Dan untuk kepengurusanya ya tidak terlalu gemuk dan tentunya lebih profesional,” katanya.

Berkenaan dengan Amaliyah dan aqidah warga Nahdliyyin, NU Pacitan kedepan berusaha menjadi penyeimbang bagi kekuatan radikal yang tumbuh di masyarakat. NU akan berperan penuh menjaga Amaliyah dan aqidah warganya agar jangan sampai terpengaruh oleh paham-paham Islam radikal yang saat ini mulai marak.

“Masyarakat yang sudah mentradisi kuat harus tetap kita teguhkan, dan mereka kita beri bekal untuk tetap bagaimana menjalankan amaliyah NU terutama Ahlussunah Wal Jamaah yang sudah sekian tahun bahkan ratusan tahun yang dipelopori oleh para Walisongo dan para ulama NU,” tandasnya.

Seperti diketahui KH Abdullah Sadjad terpilih sebagai Rais Syuriyah NU Pacitan menggantikan KH Faqih Sujak. Pemilihan menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) setelah melalui musyawarah yang beranggotakan lima Kiai Sepuh, diantaranya KH Burhanuddin HB, KH Faqih Sujak, KH Asmuni, KH Abdullah Sadjad, dan KH Busro Hawatif.(Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here