Home Madrasah Pemilu Raya BEM STAINU Sukses Digelar, Seperti Apa Prosesnya?

Pemilu Raya BEM STAINU Sukses Digelar, Seperti Apa Prosesnya?

118
0
SHARE
Suasana Pemilu Raya BEM STAINU Pacitan

Pache News, Pacitan- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Pacitan sukses menggelar pemilihan umum (pemilu) calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Pacitan masa khidmah 2017-2018.

Pemilu dilakukan dua kali, gelombang pertama pada Rabu (26/4) sore dan  gelombang ke dua pada Kamis (27/4) sore. Pemilu dilakukan guna mengganti Presiden mahasiswa yang lama, Rojihan beserta jajarannya untuk didomisioner.

Pemilu dilakukan dua hari, mengingat jadwal masuknya mahasiswa yang berbeda hari. Dan proses pemilihannya dilakukan setiap kelas oleh KPU serta membawa calon presma dan wapresma BEM untuk memaparkan visi dan misi masing-masing.

Tahap pemilihan pada tahun ini sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena untuk tahun ini dilakukan dua tahap yaitu tahap pertama dilakukan kongres pada hari Ahad (16/4) lalu, yang pada saat itu ada bakal calon Presma dan Wapresma BEM STAINU di antaranya, Supriyanto (MPI 6) – Jumirin (Madin 6), Zidna Fahmi (ES 6) – Indra Hermawan (PAI 6), Fajar Rohmat (PAI 4) – Wahyu Prabowo (PAI 4), Elis Setianingsih (ES 4) – Hamdan Fakri (ES 4), dan Very Handika (MPI 6) – Masrur Masaid (MPI 4).

Kongres dilaksanakan sebagaimana kongres-kongres yang lain. Akan tetapi tidak langsung dipilih presma dan wapresma BEM STAINU. Justru disitu perwakilan HMPS dan KOSMA memilih antara bakal calon itu untuk di usung ke pemilu raya, dan terpilih lah calon yang masuk ke tahap pemilu raya yaitu, Supriyanto (MPI 6) – Jumirin (Madin 6), dan Zidna Fahmi (ES 6) – Indra Hermawan (PAI 6).

Ketiga bakal calon lain gugur dikarenakan yang dua bakal calon tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan panitia dan satu bakal calon wakil Presmanya tidak hadir dalam kongres tersebut, sehingga ketiga bakal calon gugur untuk menuju ke tahap pemilu raya.

Setelah kongres selesai para calon diberi waktu satu minggu untuk melakukan kampanye. Hingga pada Rabu dan Kamis kemaren dilaksanakan Pemilu Raya yang diikuti oleh 211 Mahasiswa yang berhak memilih.

Pada pemilihan hari Rabu, sebanyak105 pemilih dan nomor urut satu Supriyanto yang berpasangan dengan Jumirin mendapatkan 68 Suara. Calon kedua Zidna Fahmi yang berpasangan dengan Indra Hermawan mendapatkan 23 Suara, serta suara yang rusak ada 14 suara, jadi total ada 105 Suara.

Pada pemilu yang digelar Kamis, ada 106 pemilih, dan hasilnya calon nomor satu Supriyanto dan Jumirin mendapatkan 83 suara dan calon nomor urut dua Zidna Fahmi dan Indra Hermawan mendapatkan 20 Suara, serta suara yang rusak ada 3 suara, jadi total 106 suara.

Setelah selesai tahap pemilihan dilakukan penghitungan dari hari pertama dan hari kedua yang hasilnya calon pertama memperoleh 151 suara dan nomor urut dua mendapatkan 43 suara dan suara rusak ada 17 suara, jadi total ada 211 suara. Secara otomatis calon urut nomor satu menang telak dari calon nomor urut dua.

Panitia Pelaksana Agus Purwanto mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa karena baru kali ini ada pemilihan semacam itu. Dikarenakan dari satu pihak memilih kongres dan satu pihak lain memilih pemilu raya, jadi panitia memilih jalan tengahnya dan diambil dua-duanya seperti apa yang telah terjadi di atas.

“Dan saya sangat mengapresiasi sekali karena semua mahasiswa turut andil dan mendukung kegiatan ini dan tidak banyak yang golput. Dari lembaga juga sangat mendukung kegiatan ini untuk kemajuan BEM kedepannya. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada KPU dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan lancar,” katanya.

Presma dan Wapresma terpilih
Presma dan Wapresma terpilih

Presma terpilih, Supriyanto menyampaikan ungkapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya sehingga dia dipercaya oleh mahasiswa untuk memimpin BEM STAINU satu tahun kedepan.

Dia berharap kampus STAINU Pacitan lebih baik lagi, lebih berkualitas, totalitas serta mampu bersaing bersama kampus lain.

“Kami akan mendirikan kegiatan-kegiatan intra kampus untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam bidangnya masing-masing agar nanti setelah lulus dari STAINU akan menjadi mahasiswa yang berguna, berfikir kritis, agamis dan berkompeten dalam berbagai hal, dan juga kami akan menampung segala aspirasi mahasiswa untuk STAINU lebih maju dan berkembang lagi,” katanya. (Mawan Hardianto/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here