Home KE-NUan PMII Pacitan Setuju Organisasi Mahasiswa Islam ini Kembali ke NU

PMII Pacitan Setuju Organisasi Mahasiswa Islam ini Kembali ke NU

104
0
SHARE

Pache News, Pacitan – Sejarah PMII lahir atas restu NU dan permintaan Ir. Soekarno (Presiden pertama ). Saat itu PMII adalah banom NU yang mewadahi aktifitas Mahasiswa NU. Namun beberapa dekade NU menyatakan diri menjadi partai politik dan saat itu pula PMII keluar dan menyatakan diri independen dari pihak manapun.

Setelah itu NU pun kembali kepada Khithah sebagai organisasi sosial kemasyarakatan. Demikian pula PMII diminta kembali menjadi Banom, namun PMII menegaskan hubunganya ialah interdependensi.

Pada Muktamar NU ke-33 di Jombang kemarin membahas salah satunya tentang posisioning PMII sebagai banom NU. Saat itu pula PMII diakui secara resmi oleh NU sebagai Banomnya.  Namun keputusan ini tergantung pada PMII yang akan di bahas waktu kongres. Musyawarah tertinggi PMII itu akan dilaksanakan pada tgl 15-19 bulan Mei mendatang di Palu, Sulawesi Tengah. Kongres juga akan memilih Ketua umum PB PMII periode 2017-2019.

Berkaitan dengan itu PMII Pacitan melaksanakan diskusi Pra Kongres di kampus STAINU Pcitan, Jum’at malam (28/4) yang dihadiri kader PMII Pacitan beserta para alumni.

Ada 3 pokok bahasan yang ditawarkan pada diskusi malam itu yaitu PMII dependen, independen atau  interindependen dengan NU.

Dalam hal tersebut ada pebedaan pendapat tentang posisioning tersebut dari kader maupun dari alumni. Salah satunya disampaikan Rizal, dia mengatakan inilah saatnya PMII kembali kerumah besarnya“ PMII sudah dipanggil orang tua nya (NU) sudah saat nya PMII kembali ke khittah,” ungkapnya.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Zainal Arifin berpendapat, PMII menjadi banom NU maupun tidak itu bukan sebuah masalah,  yang terpenting adalah PMII tetap berjuang selaras dengan NU.“ PMII menjadi Banompun tidak apa-apa toh intruksi NU hanya sebatas amaliyah keagamaan saja,” katanya.

Sementara itu, Agus Salim selaku Mabinkom PK. Ki Ageng Petung menambahkan“Permasalahan bukanlah pada lembaganya yang terpenting kader kader PMII tetap eksis,”. Septian Dwi Cahyo selaku Ketua 3 PKC JATIM menyerahkan semua keputusan pada pengurus cabang PMII Pacitan.”Apapun keputusan yang di ambil oleh pengurus cabang kita akan mengikutinya,” tandasnya.

Melihat dari berbagai argumen tersebut bisa disimpulkan bahwa PMII tidaklah mempermasalahkan posisi PMII dan NU. Kader PMII bukanlah kader yang prestis yang menginginkan dihargai, namun kader PMII adalah kader-kader yang populis yang bisa diterima dan bermanfaat dimana saja berada. (Fahmi/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here