Home Nusantara Religi Kader IPNU-IPPNU ini Dijelaskan Hakikat Shalat Lima Waktu

Kader IPNU-IPPNU ini Dijelaskan Hakikat Shalat Lima Waktu

105
0
SHARE

Pache News, Pacitan- Hikmah Peristiwa Isra’ Mi’raj salah satunya menjadi dasar keselamatan dan keberlangsungan hidup manusia baik di dunia maupun akhirat, sebab dari peristiwa bersejarah itu kemudian diturunkan perintah shalat lima waktu kepada umat Nabi Muhammad SAW. Shalat kemudian menjadi pintu pembuka seluruh amal manusia ketika di akhirat.

“Barang siapa yang shalatnya baik maka diterima amal yang lainya, barang siapa yang shalatnya kurang baik maka amal baiknyapun tertutup,” demikian disampaikan oleh Ustadz Joko Margiono dari Boyolali, Jawa Tengah, pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU STAINU Pacitan, Ahad malam (30/4).

Menurut ustadz lulusan pesantren Tremas itu, Intisari dari peringatan Isra’ Mi’raj adalah perintah Allah kepada umat manusia untuk menjalankan shalat lima waktu.

Isra’ mi’raj merupakan peristiwa penting bagi umat muslim. Peristiwa ini adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW mulai dari masjidil Haram ke masjid Al Aqsha Palestina, dan dari masjid Al Aqsha Nabi kemudian dinaikkan menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT. Peristiwa perjalanan tersebut ditempuh hanya dalam satu malam.

“Semestinya kita bersyukur dengan adanya peristiwa isra’ mi’raj yang mana kita diberi keringanan menjalankan ibadah shalat yang awalnya shalat 50 waktu hingga menjadi shalat 5 waktu dalam sehari semalam,”ungkapnya di Aula lantai II kampus STAINU.

Dijelaskan olehnya bahwa shalat memiliki banyak sekali hikmah, diantaranya meningkatkan keimanan, melatih kedisiplinan, karena shalat mengajak kita untuk tepat waktu. “Untuk itu mari kita tingkatkan ibadah shalat kita dengan khusu’ dimaknai sebagai bentuk keimanan kita terhadap Allah SWT,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ustadz Joko berpesan bahwa berorganisasi di Nahdlatul Ulama itu bukan sekedar berorganisasi, namun juga belajar menjalankan, mempertahankan, dan menyebarkan ajaran Aswaja an-Nahdliyah. Dan peringatan isra’ mi’raj ini, sambungnya, juga bagian dari Aswaja an-Nahdliyah yang harus terus dilestarikan.

“Kita harus tahu bahwa mengikuti organisasi itu harus tahu visi-misi dari organisasi tersebut, bagaimana tujuannya, semua anggota harus tahu arah titik kiblat organisasi itu sendiri. Seperti organisasi IPNU-IPPNU ini yang sudah jelas,” ungkapnya.

Ketua IPPNU Pacitan Yuliana Syafiah menyambut baik kegiatan Isra’ Mi’raj ini. Dia berharap, pengurus IPNU-IPPNU STAINU dapat menyelenggarakan kegiatan hari besar Islam secara rutin.

“Peringatan Isra’ Mi’raj ini Insyaallah dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta mendatangkan manfaat di dunia maupun akhirat,” ungkap perempuan asal Sudimoro itu.

Para Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PK PT), katanya, semestinya bisa memberi contoh yang baik dan dapat memberikan inspirasi terhadap PK di tingkat bawah.”Karena PK PT ditingkatkan mahasiswa yang dimana pemikirannya lebih kritis atau pola pikirnya lebih matang,” tandas Mahasiswi STKIP PGRI Pacitan itu.

Peringatan Isra’ Mi’raj mengusung tema “Menghayati keindahan siroh nabawiyah dalam mengemban amanah sholat lima waktu” dihadiri oleh para IPNU-IPPNU, PC IPNU-IPPNU Pacitan, PAC IPNU-IPPNU (Kebonagung, Sudimoro), siswi Ma’arif Pacitan, Mahasiswa STAI NU Pacitan, BEM STAI NU, dan PK PMII Ki Ageng Petung.

Acara dimulai pada pukul 19.30, dibuka dengan pembacaan Dzibaiyah oleh rekan-rekanita dari PK PT IPNU-IPPNU STAI NU Pacitan dan kemudian dilangsungkan pembukaan dan acara inti hingga pukul 22.00.(Nifa/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here