Home Kolom Miris Melihat Generasi Bangsa

Miris Melihat Generasi Bangsa

1874
10
SHARE

2 Mei 2017  adalah momentum yang memang spesial, Selasa kemarin (2/5) merupakan hari Pendidikan Nasional, dimana Hardiknas ini kita maknai dan peringati untuk mengingatkan kita akan sejarah yang dahulu, ketika Ki Hajar Dewantara sedang berjuang melawan pembodohan di Negeri ini, agar pemudanya bisa menjadi penerus bangsa. Ada falsafah beliau yaitu, “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani”. Ini menjadi pesan beliau untuk anak bangsa agar memberikan contoh yang baik, mwmotivasi antar teman dan memberikan semangat untuk terus berjuang.

Hari itu juga bertepatan dengan pengumuman kelulusan SMA/SMK. Melihat kondisi hari ini sangat miris, ketika melihat siswa-siswi yang salah tingkah dan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat. seperti corat-coret baju,  melakukan adegan yang kurang pantas di muka umum, menggangu ketertiban umum hanya untuk kegiatan foya-foya dll.

Apakah ini yang merupakan menjadi contoh, memberi motivasi, memberi dorongan pada teman-temannya? saya rasa bukan.

Kelulusan bukanlah satu-satunya kesuksesan masa depan siswa-siswi, masih banyak halangan dan rintangan yang harus di hadapi, apalagi denga kondisi dan permasalahan bangsa ini, masih tingginya angka kemiskinan, angka perekonomian melemah, penganguran melimpah, degradasi moral yang semakin menjadi-jadi.

Kalianlah penerus perjuangan bangsa ini jangan menyerah, tetap berjuang dan jangan sia-siakan kesempatanmu. kita semua sudah merasakan dulu tetapi saat ini sadar bahwa kegiatan dan tindakan itu sangatlah tidak bermanfaat. Syukuri nikmatmu  dengan memuji tuhanmu.

Daripada kalian sia-siakan hidupmu untuk foya-foya dan kegiatan yang tidak manfaat. mending kalian gunakan untuk kegiatan-di organisasi. meskipun tidak mengembirakan seperti pesta. Namun hasilnya lebih baik dan manfaat.

Selagi waktumu belajar masih gunakanlah kesempatanmu di organisasi agama, seperti IPNU-IPPNU, IPM dll. agar wawasanmu bertambah.

Di kalangan mahasiswa juga ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang bisa untuk wadah pengalian kapasitas sebagai insan cendekia.

Memang kita bukanlah pemuda yang paling baik, namun kita selalu berupaya untuk menjadi agent peradaban agar berguna bagi masa depan.

Winaryo, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pacitan

10 COMMENTS

    • Ya sangat di sayangkan adik-adik kita perlu di gandeng untuk di ajak berubah lebih baik..

      dan pihak-pihak terkaitpun harus ikut campur dalam hal ini…

    • Ya benar memang benar adanya, dlu pun kita hampir seperti itu, …tapi kita sadar itu tak ada manfaatnya…maka dari itu ayolah benahi pemuda” pacitan termasuk kami,.. siapa penerus perjuangan orang” tua klo bukan pemudanya.

  1. Padahal sudah ada surat himbauan ya dri pk polisi.. Kok masih ada yg corat-coret. Ini kan baju bisa dipakai untuk adiknya atau teman, tetangga yg membutuhkan

  2. bukannya sperti itu wajar gan…
    hal serupa seperti itu terjadi setiap tahun dan sudah kaya menjadi tradisi di mana2…
    mungkin sekilas kita memandang sperti itu kaya gak ada hal positifnya.. tapi kalo anda ikut serta di dalamnya pasti akan ngerti alasan kenapa mereka nglakuin hal kaya gtu…
    jangan memandang dari sebelah sisi…bukankah hal2 ada sisi baik dan buruknya…
    belajarlah menyalahkan diri sendiri… karna menyalahkan orang lain gak perlu belajar…
    bukan yg menurut anda benar dan yg di lakukan orang lain salah … hanya saja anda tidak berada di posisinya.
    .mohon di maafkan kalo ada salah.. cuma sekedar coment.. mohon di maafkan .

    • apakah harus seperti itu mengekspresikan syukur atas kelulusan?? banyak poitifnya apa negatifnya klo konfoi dan coret2 baju ndan?

      • Banyak positif ato negatifnya ane gak tau ndan.. Gak pernah membandingkan…☺
        Hanya saja jangan melihat dari satu sisi…
        Yg orang lain lakukan blum tentu salah

  3. Boleh Beda ya,..he2..
    Ekspresi kegembiraan jika dilakukan dalam batas kewajaran saya kira tidak apa-apa…
    Baju dicoret-coret, tidak masalah, orang baju2nya sendiri, buat kenangan sama teman2 mungkin…
    Tapi kalau udah yang dirobek2 gak karuan, konvoi ugal-ugalan, mungkin itu sudah keeterlaluan karena mengganggu orang lain….(yang model begini biasanya sebelumnya memang udah begitu,patologis..he2…)
    Boleh saja memberikan solusi yang lebih baik, namun juga kurang bijaksana jika langsung menghakimi. Terkadang anak-anak merasa perlu menjadi “nakal” sesaat sebelum melanjutkan perjuangan meraih cita-citanya. Jadi mungkin jangan di gebyah uyah lah…. kalau masih wajar dan tidak menggangu siapa-siapa ya bisa ditoleransi lah…he2

    • Bner vrooh…
      Namanya Waktu tdak bisa d putar kembali..klo emang seperti itu bsa mmbuat perpisahan yg manis mnurut ane gak apa2…banyak knangan yg di lwati saat mereka bersama dan saatnya mereka berpisah mnuju impian masing2.. Mengapresiasikan perpsahan gak hrus dg ksedihan..hehehe
      Klo pun kita di posisinya.kita punya bnyak alsan knpa kita sperti itu…

  4. Saya setuju lor dengan apa yg di katakan sodara dc agus & pacitan ok. Ini sejarah dimana” sejarah akan tetap di ingat dan mungkin bisa saja di lakukan oleh penerusnya. Soalnya saja hidup di angkatan anak anak lulusan tahun ini. Kami seperti ini karna kami ingin teman” kami memiliki kenangan di waktu sma/smk untuk cerita kelak di waktu yang akan datang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here