Home Kolom Rovolusi Mental yang Gagal

Rovolusi Mental yang Gagal

59
0
SHARE

Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal  2 Mei telah berlalu. Insan pendidikan di Kabupaten Pacitan memperingati Hardiknas dengan menggelar upacara bendera di lapangan Pendopo Kabupaten, Selasa (2/5) lalu yang diikuti oleh seluruh pelajar/mahasiswa se-Pacitan dan para PNS.

Ada yang spesial dari momentum Hardiknas kemarin, yaitu bertepatan dengan pengumuman kelulusan SMK/SMK/sederajat. Namun hal tersebut momentum spesial itu juga menjadi tamparan keras bagi bangsa indonesia, khususnya di Pacitan. Bagaimana tidak momentum sesakral Hardiknas harus dinodai dengan potret para pelajar yang urakan, hari kelulusan dirayakan dengan konvoy, kebut2an di jalan, corat coret baju seragam dll.

Siapa yang pantas disalahkan? keluarga? sekolah? atau pemerintah?

Lalu dimana peran keluarga sebagai pendidikan awal anak?

Dimana peran sekolah sebagai pembentuk karakter siswa?

Dimana peran pemerintah yang katanya gencar menggemborkan gerakan Revolusi Mental?

Dulu Presiden pertama RI, Ir Soekarno butuh 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia, sekarang butuh pemuda berapa? untuk mengguncangkan dunia kalau melihat moral remaja yang hanya hura hura, berfoya-foya. Sungguh miris potret pemuda penerus bangsa saat ini.

Namun hal tersebut bukan tidak mungkin untuk tidak bisa dibenahi. Salah satunya dengan bertumpu pada salah satu pilar trisakti yaitu Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, mungkin dengan itu dapat membangkitkan kesadaran para generasi muda dalam membangun sikap, perilaku, integritas yang diharapkan dapat membangun sikap optimistik dalam membangun masa depan Indonesia demi terciptanya bangsa yang bermartabat, dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Fahmi, pembaca Pache News, tinggal di Pacitan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here