Home KE-NUan Katib Syuriyah PBNU Beri Pengarahan Pengurus Baru NU Pacitan

Katib Syuriyah PBNU Beri Pengarahan Pengurus Baru NU Pacitan

93
0
SHARE
Katib Syuriyah PBNU ditengah pengurus NU Pacitan

Pache News, Pacitan- Sejumlah calon pengurus harian Nahdlatul Ulama Pacitan hasil Konferensi Cabang (konfercab) yang digelar akhir April lalu, Kamis sore (1/6) berkumpul di kediaman Rais Syuriah PCNU KH Abdullah Sadjad, Desa Arjowinangun, Pacitan.

Calon pengurus NU masa khidmat 2017-2022 itu hadir untuk mendengarkan arahan dari Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Luqman Haris Dimyathi tentang penguatan struktur organisasi.

Ketua PCNU KH Mahmud mengatakan, para pengurus yang terdiri dari unsur syuriyah dan tanfidziyah ini diharap dapat segera menjalankan dan mengkonsentrasikan gerak-langkah organisasi. “Walaupun para pengurus belum dilantik secara resmi dan belum ada SK-nya. Namun kami memohon bila ada perintah (dari atas) agar bisa melaksanakanya,” kata Kiai Mahmud.

Tugas dan pekerjaan rumah NU, kata Kiai Mahmud, sudah  berada di depan mata. Program-program lanjutan dan kerja-kerja kultural  hingga kini terus dilakukan. “Karena khidmat di NU itu tidak ada berhentinya,” ungkapnya.

Kiai Mahmud melaporkan, salah satu program yang terus berjalan adalah rantingisasi di tubuh NU “Dari 171 ranting yang ada di Pacitan. Sudah ada 128 ranting yang terbentuk. Dan 91 anak ranting yang berhasil dibentuk,”jelasnya.

Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Haris dalam arahanya mengatakan, kepengurusan NU Pacitan idealnya banyak diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki keahlian dan profesionalitas dalam mengurusi jami’yah. Selain itu pembagian tugas antar pengurus harus dilakukan dengan baik.”Sekarang kalau sudah terbentuk, bagaimana pengurus harian, dalam hal ini syuriyah dan tanfidziyah ini kan mempunyai wakil-wakil. Tentu pembagian tugas ini harus diperankan dengan baik.” kata pengasuh pesantren Tremas itu.

Menurut Kiai Luqman, kepengurusan syuriyah dan tanfidziyah nanti akan membawahi beberapa lajnah atau lembaga tertentu. Hal lain yang tak kalah penting adalah konsentrasi pengurus sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dengan kata lain, kepengurusan akan tumbuh dan berkembang, manakala masing-masing pengurus bersikap amanah, tau diri, serta mau mengerti. “Para pengurus harus belajar untuk tidak saling intervensi. Dan belajar memperkuat posisinya,” katanya.

Dalam tata strukturnya, imbuh Kiai Luqman, syuriyah berada pada posisi tertinggi. Namun eksekutor pada roda organisasinya dijalankan oleh tanfidziyah.“Sementara Rais syuriyah harus benar-benar menjadi kepala yang mampu menggerakkan seluruhnya anggota badanya,” tandasnya. (Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here