Home Nusantara Olahraga Liga Santri, Kultur Lama yang “Diterbarukan”

Liga Santri, Kultur Lama yang “Diterbarukan”

67
0
SHARE

Pache News, Jakarta- Kemenpora dan PP RMI NU bakal menggelar kembali Liga Santri Nusantara (LSN) mulai Agustus hingga Oktober. LSN 2017 ini akan diikuti setidaknya 1.000 pesantren seluruh Indonesia yang tersebar kedalam 32 region.

Untuk mempersiapkan penyelenggaraan LSN periode 2017, Kemenpora menggelar bimbingan teknis, 14-16 Juni 2017 yang diikuti oleh pihak PP RMI NU, PSSI, panitia pusat serta 32 koordinator region & panpel seluruh Indonesia.

Koordinator region Jawa Timur I, Gus Habib Mustofa mengaku siap untuk menyelenggarakan kembali pertandingan sepakbola santri yang akan melibatkan 32 pesantren itu. Pihaknya berkomitmen akan labih profesional lagi dalam menyelenggarakan LSN ini. “Secara teknis kami siap. Region Jatim I mencakup daerah karesidenan Kediri dan Madiun akan melibatkan 32 pondok pesantren,” katanya di Jakarta, Kamis (15/6).

Gus Toev, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pertandingan liga sepakbola merupakan hal yang baru di dunia pesantren.”Tapi secara kultur, sepakbola merupakan tradisi lama yang ada di pesantren. Yang bisa dibuktikan dengan setiap hari libur para santri memanfaatkan waktunya untuk bermain sepakbola, bahkan ada sepakbola yg tampak ekstrim yang hanya ada di dunia pesantren yaitu sepakbola api dan sepakbola durian” jelasnya.

Liga Santri Nusantara, imbuhnya, salah satunya hadir untuk mewadahi dan membina bakat para santri pesantren agar mereka dapat bermain sepakbola lebih profesional.”Bagaimana dengan bakat yang ada ini santri juga bisa tampil profesional dalam bidang sepakbola, katanya. (Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here