Home Nusantara Religi Jamaah Pengajian “Bunderan” Gelar Halal Bihalal

Jamaah Pengajian “Bunderan” Gelar Halal Bihalal

76
0
SHARE

Pache News, Pacitan- Jamaah pengajian “Bunderan” pimpinan Ustadz Asep Suwandi, bersama dengan masyarakat lingkungan Gemulung, Desa Tanjungsari, Pacitan, mengadakan pengajian umum dalam rangka Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Ahad malam (2/7) di pertigaan Bunderan Bengkal. Pengajian menghadirkan Ustadz Ali Mohtar dari Tulakan sebagai penceramah.

Acara diawali dengan melantunkan shalawat yang dibawakan oleh group rebana Jamaah Bunderan. Dilanjutkan penampilan putera-puteri para jamaah dengan menampilkan lagu-lagu shalawat versi anak-anak. Selanjutnya dimeriahkan dengan penampilan group shalawat ibu-ibu jamaah bunderan.

Tiba waktunya acara inti, yaitu pengajian umum yang disampaikan oleh Ustadz Ali Mohtar. ”Siapa yang sedih apabila bulan ramadhan telah berakhir ?,” tanya Ustadz kepada seluruh jamaah yang hadir.

Ustadz Ali mengibaratkan bulan romadhon sebagai sebuah mobil, siapa yang tidak suka diberi mobil dan siapa yang tidak sedih manakala mobil yang sudah ada di tangan itu hilang/ditarik kembali? Itu sama halnya apabila bulan romadhon telah berakhir ” Barang siapa yang sedih di tinggal bulan ramadhan maka di haramkan baginya api neraka” jelasnya.

Disampaikanya, Ada empat perkara yang benar-benar harus dihindari seseorang apabila ingin mendapatkan puasa yang berkualitas.

”Empat perkara yang harus dihindari yaitu munggunjing/rasan-rasan, berbohong, menahan hawa nafsu, dan mengadu domba. Apabila itu dilakukan Insya Allah puasanya diterima oleh Allah SWT,” kata penceramah kelahiran Kediri itu.

Apabila puasa seseorang di terima oleh Allah maka kejelekan seseorang akan diampuni. Namun  belum akan diampuni dosanya terhadap sesama manusia tatkala seseorang tersebut belum meminta maaf kepada sesama.

Seperti diketahui jamaah pengajian “Bunderan” ini beralamatkan di Desa Tanjungsari, tepat di pojok Pertigaan Bunderan Bengkal Tanjungsari. Jamaah Pengajian ini berdiri beberapa tahun yang lalu dan masih eksis sampai saat ini. (Fahmi/Zaenal Fazin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here