Home Nusantara Olahraga Sepakbola Santri Harus Menjadi Stabilisasi Kegaduhan Persepakbolaan Nasional

Sepakbola Santri Harus Menjadi Stabilisasi Kegaduhan Persepakbolaan Nasional

61
0
SHARE

Trenggalek, Pache News- Selama beberapa tahun belakangan, wajah persepakbolaan nasional diwarnai dengan berbagai macam kegaduhan, kekisruhan dan keruwetan. Hal ini menjadi perhatian pecinta sepakbola tanah air, tidak terkecuali kalangan pesantren. RMI-NU sebagai operator liga santri menegaskan bahwa visi LSN 2017 adalah dari santri untuk negeri. Sepakbola santri diharap dapat menjaga stabilitas kegaduhan nasional.

“NU harus menjadi stabilitasi kegaduhan nasional. Berawal dari liga santri ini maka akan berdampak pada pencerahan dan penyegaran terhadap daerah setempat,” harapan itu disampaikan Direktur Marketing panitia nasional liga santri nusantara (LSN ), Abdul Aziz saat bertemu Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, bersama panitia LSN Region Jawa Timur 1, dan pengurus PCNU di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jum’at (14/7).

Dikatakanya, kompetisi sepakbola antarpesantren kedepan tidak hanya mampu mencetak pemain-pemain handal namun juga mencetak pemain yang bermoral tinggi dan berdedikasi untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.

“Dengan bergulirnya LSN di Trenggalek ini, PCNU ingin membuktikan santri juga punya andil untuk memiliki skill, selain syiar agama juga syiar sepakbola. Karena sepakbola adalah hobi yang dimiliki oleh mayoritas negara-negara berkembang tanpa melihat kasta dan derajat,” tutur ketua PCNU Trenggalek, KH Fathullah atau Gus Loh.

Sementara Bupati Trenggalek, Emil Elistianto Dardak bersama dengan perangkatnya menyatakan kesiapanya untuk membantu suksesi LSN 2017.”LSN tahun ini harus menjadi magnet untuk membuktikan bahwa santri atau pesantren siap bertanding secara professional dan menjadikan Trenggalek sebagai lautan santri,” kata Bupati termuda se-Indonesia.

Panitia LSN Jawa Timur 1 yang digawangi oleh Gus Toev sebagai koordinator region dan Gus Anam sebagai panitia pelaksana kembali menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama Bupati Trenggalek dan panitia nasional LSN. Rencananya kick off LSN Jawa Timur 1 akan dilakukan pada pertengahan September mendatang, dengan sistem pertandingan setengah kompetisi yang melibatkan 32 peserta dari pesantren se-Karesidenan Kediri dan Madiun. (Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here