Home Kolom Saatnya Mengubah Mental Pelajar NU

Saatnya Mengubah Mental Pelajar NU

34
0
SHARE

Kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPNU Tulakan telah usai. Makesta merupakan suatu wahana untuk mengantarkan calon anggota dari kehidupan individu ke dalam kehidupan sosial (organisasi) dan merupakan wahana orientasi dalam kehidupan berorganisasi dan merupakan pengkaderan tahap awal menuju perekrutan dan pengenalan anggota terhadap organisasi IPNU-IPPNU.

Tifa, demikian dia biasa dipanggil. Kader IPPNU dari Tulakan ini mengaku sangat bahagia bisa ikut dalam organisasi IPPNU. “Karena banyak hal positif yang bisa di serap dan bisa diterapkan di masyarakat,” ujarnya saat mengikuti diskusi kecil disela kegiatan Makesta di Tulakan, Ahad kemarin.

Momentum kebangkitan berkegiatan pelajar NU di kecamatan Tulakan, yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan, memiliki makna tersendiri bagi mereka. Usai mengikuti Makesta, mereka ingin langsung terjun dan berbaur dengan masyarakat. “Ingin sekali Pelajar NU yang baru mengikuti Makesta ini bisa diajak ikut aktif dalam kegiatan masyarakat. Semisal kegiatan perayaan kemerdekaan yang diadakan masyarakat sekitar Tulakan,” ucapnya.

” Agar bisa dikenal dan bisa mengajak pelajar-pelajar yang lain untuk mengikuti organisasi ini,” imbuhnya semangat.

Tifa berharap, melalui IPNU-IPPNU dirinya dan rekan-rekanita yang lain dari  Tulakan bisa belajar banyak hal tentang bagaimana mempossisikan dirinya sebagai seorang pelajar yang masih haus akan ilmu pengetahuan.

Momentum kemerdekaan sudah selayaknya dapat menjadi spirit untuk selangkah lebih maju. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU mengajak kepada pelajar NU di Pacitan untuk aktif berorganisasi. “Karena peran pelajar NU sangatlah penting pada zaman yang sudah bergejolak dengan adanya hal-hal negatif yang sasarannya ditujukan kepada pelajar-pelajar di Indonesia,” ujar Ketua IPNU Mawan Hardianto.

Diskusi berlanjut dengan membicakan hal baru yang erat kaitanya dengan organisasi. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan melalui organisasi pelajar NU. Dari hal terkecil misalkan pertemuan rutin bersama antar Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Komisariat dan juga kegiatan bernilai positif lain seperti mengadakan dzikir doa bersama dan kegiatan sosial lain yang melibatkan masyarakat.

Menanggapi marakanya fenomena kenakalan remaja yang kian hari makin menghawatirkan, organisasi pelajar NU bisa dijadikan sebagai solusi alternatif bagi para remaja untuk menjaga diri dari pengaruh kemajuan era milenial.

“Agar nantinya para kader-kader IPNU IPPNU tidak terjerumus ke dalam hal yang negatif yang sekarang semakin marak di media sosial, dari hal itulah nantinya untuk membentengi diri dan bisa berfikir secara rasional untuk menangkal hal yang negatif, dengan membangun karakter anak bangsa yang cerdas dalam berfikir dan menanggapi isu-isu negatif yang ada sedang viral di media sosial,” imbuhnya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here