Home KE-NUan Warga NU Pacitan Terima Ijazah Istighatsah KH Hasyim Asy’ari

Warga NU Pacitan Terima Ijazah Istighatsah KH Hasyim Asy’ari

37
0
SHARE
Acara Manaqib Kubra dan Halaqah kebangsaan yang digelar MWCNU Arjosari

Pache News, Arjosari- Warga NU Pacitan mengikuti Manaqib Kubra dan Halaqah kebangsaan yang digelar MWCNU Arjosari di Pesantren Roudhoh Al Hikam, Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Sabtu (26/8). Pada kesempatan itu Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Harits Dimyathi secara khusus memberikan ijazah berupa bacaan Istighotsah yang disusun oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Bacaan Istighotsah banyak diamalkan oleh warga NU untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Namun bacaan Istighotsah yang disusun oleh pendiri NU ini ternyata belum banyak dikenal luas dan belum diamalkan oleh warga NU sendiri.

Kiai Luqman mengungkapkan, bacaan Istighotsah ini perlu dikenalkan kepada warga NU untuk menambah wirid-wirid yang sudah ada sebelumnya. Semua wirid dan bacaan Istighotsah, menurutnya, baik untuk diamalkan dan memiliki sanad atau mata rantai yang jelas hingga sampai kepada Rasulullah.

Sementara bacaan istigatsah Hadratusssyekh ini ia peroleh langsung dari Kiai Fahruddin, pengasuh pesantren Thoriqul Huda, Ponorogo beberapa tahun lalu. Kiai Fahrudin yang merupakan santri Pesantren Tebuireng Jombang ini mendapat ijazah dari Kiai Kholiq, salah satu putera KH Hasyim Asy’ari.

Kulo angsal ijazah saking kiai Fahrudin Ponorogo (saya mendapat ijazah dari Kiai Fahrudin Ponorogo). Kiai Fahrudin mendapatkan ijazah dari Kiai Kholiq. Kiai Kholiq dari Mbah Hasyim Asy’ari,” ungkap pengasuh pesantren Tremas itu.

Diawali dengan bacaan basmallah dan shalawat, Kiai Luqman lalu memberikan ijazah Istighotsah dengan ijab qabul kepada para jamaah.

Wonten ing siang meniko secara resmi kulo ijazahaken Istighotsah meniko dumateng panjenengan sedoyo ingkang wonten majelis meniko (pada siang hari ini secara resmi saya ijazahkan bacaan Istighotsah ini kepada para jamaah yang hadir di majelis ini),” katanya.

Lalu para jamaah dengan serentak dan mantap menjawab “Kulo tampi (saya terima)”.

Tidak hanya memberikan ijazah, kiai Luqman  juga memberikan telaah dan tashih (pembenaran) pada tiap bacaan Istighotsah ini. Satu persatu bacaan Istighotsah yang diawali dengan Asmaul Husna, istighfar  ini ia bacakan sesuai dengan urutan dan jumlah bacaannya.

Setelah menerima ijazah ini, warga NU dianjurkan untuk mengamalkannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bacaan istigatsah ini, imbuhnya, boleh diamalkan secara bersama-sama dan boleh juga dilakukan secara sendiri-sendiri.

Tampak hadir dalam acara ini, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur H Rubaidi, Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud, para Kiai seperti KH Burhanudin HB, KH Hammad Al Alim, Kiai Syaifuddin, dan Kiai Sardi. Tampak pula Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo dan Camat Arjosari Ahmad Taufan. (Zaenal Faizin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here