Home Nusantara Berita Desa Pemerintah Desa Ketro Prioritaskan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perencanaan APBDes 2018

Pemerintah Desa Ketro Prioritaskan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perencanaan APBDes 2018

101
0
SHARE

Pache News, Pacitan- APBDesa merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang disusun sebagai pedoman Pemerintah Desa untuk menjalankan roda pemerintahan di desa.

Sebelum ditetapkan dengan peraturan desa, APBDesa ini terlebih dahulu ditetapkan dalam bentuk dokumen perencanaan desa, yaitu Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa pada tahun sebelumnya.

Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Desa Ketro bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan menggelar Pra Musyawarah Desa penetapan RKP Desa Ketro Tahun 2018, di Balai Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, belum lama ini. Musyawarah desa ini melibatkan partisipasi warga masyarakat setempat.

Musyawarah Desa Ketro tahun ini dilaksanakan sedikit berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, selain menjalankan amanah dari Peraturan Menteri Desa No 2 tahun 2015. Juga dibentuknya tim 11 yang difasilitasi oleh SEPOLA desa. Tim 11 penyusun RKP desa dengan cermat menyusun rencana kerja pembangunan desa berdasarkan masukan dan usulan dari masing – masing dusun.

Usulan RKP desa tahun 2018 kali disusun dengan melibatkan lebih banyak unsur diantaranya kaum perempuan, warga miskin dan juga penyandang disabilitas.

Eko Pamungkas, salah satu peserta yang mewakili penyandang disabilitas Desa Ketro menuturkan bahwa Musyawarah Desa Ketro tahun ini semakin baik dan partisipatif bila dibandingkan pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya.  Dengan keterlibatan warga secara partisipatif ini tentunya membawa perubahan pada penyusunan APBDesa Ketro yang lebih baik.

Hal ini dibuktikan dengan adanya komitmen dari pemerintah desa bahwa tahun 2018 nanti prioritas penggunaan APBDesa tidak lagi hanya fokus mengerjakan sarana dan prasarana desa saja. Pemerintah Desa Ketro berkomitmen untuk menambah alokasi pemberdayaan masyarakat dalam APBDesa tahun 2018.

“Perlu adanya keseimbangan antara sarana  prasarana dengan pemberdayaan, sebab apabila sarana dan prasarana baik tanpa di imbangi peningkatan sumberdaya manusia semua usaha tersebut tidak ada artinya,” kata Kepala Desa Ketro, Tupani, dalam sambutanya dihadapan peserta musyawarah.(Rojihan/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here