Home Nusantara Seni Budaya Potensi Daerah, Tokoh Lokal Hingga Sejarah Desa jadi Tema Festival Rontek Pacitan

Potensi Daerah, Tokoh Lokal Hingga Sejarah Desa jadi Tema Festival Rontek Pacitan

199
1
SHARE

Pache News, Pacitan- Malam kedua gelaran Festival Rontek Pacitan tahun 2017 berlangsung lebih meriah. Dua Belas Grup Rontek tampil memukau dengan mengusung tema Daerahnya masing-masing.

Kedua belas Grup yang tampil itu adalah, Grup Rontek Desa Sukoharjo, Kecamatan Punung, Desa Bolosingo, Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Arjosari, Desa Sambong, Kecamatan Tulakan, Desa Mentoro, Kelurahan Pacitan, Desa Purworejo, Kecamatan Pringkuku, dan Kecamatan Tegalombo.

Disela penampilan mereka, Pache News berhasil menemui salah satu Grup Rontek dari Kecamatan Arjosari yang diwakili oleh grup Desa Tremas. Aji Nur Rohim, pelatih rontek Desa Tremas berbagi cerita mengenai tema yang diusungnya ini. Grup Rontek Desa Tremas ini mengusung tema  perjuangan seorang punggawa Keraton Surakarta yang diutus untuk membabat alas yang kemudian diberi nama Tremas.

Aji mengatakan, tujuan diambilnya tema ini dalam rangka mengangkat sejarah dan budaya lokal agar tidak dilupakan oleh generasi penerus. “Sebagian besar dari generasi kita mungkin kurang tahu tentang asal muasal Desa Tremas, dan kaitannya dengan Mbah Kethok Jenggot. Kami berusaha membuka sejarah Mbah Kethok Jenggot dalam ruang karya seni ronthek,”kata pelatih kelahiran Tremas itu, Selasa malam (5/9).

Aji menjelaskan, tema ini mengilustrasikan perjuangan Punggawa keraton Surakarta bernama Raden Mas Sudarmadji, atau yang dikenal dengan sebutan Kethok Jenggot. Punggawa yang bersenjatakan Patrem (Keris) Emas itu berhasil membuka alas yang dulunya dikenal wingit dan angker. Hingga kini,  daerah itu menjadi tempat menimba ilmu dan pusat peradaban.

Dalam penampilanya, Grup Rontek Putu Kethok Jenggot ini berhasil menyihir ribuan penonton Rontek, sebab ceritanya disuguhkan dengan sentuhan lagu, tarian, dan kreasi yang indah. Putera-puteri Tremas ini berhasil menyuguhkan penampilan  dengan semangat dan atraktif. “Kami hanya berusaha menyuguhkan yang terbaik yang kami mampu. Jika penonton terhibur ini berkat usaha keras dan kerjasama semua pemain,  dan semua pihak yang terlibat  di dalamnya” katanya.

Lain lagi dengan cerita Grup Rontek Banyu Geni dari Desa Bolosingo. Grup ini mengangkat tema tentang dua potensi alamiyah ciptaan Tuhan, yaitu air dan api.

Menurut Munawan, salah satu pemain rontek mengatakan, Banyu Geni adalah sumber kehidupan bagi semua mahluk yang ada di muka bumi, tanpa harus membedakan golongan, suku, dan kasta. Dia lalu mengutip Sinopsis Grup Rontek itu, Air dan api adalah dua unsur yang berbeda, baik fisik maupun suratnya.”Keduanya berada di tempatnya masing-masing, harus saling terjaga untuk tidak saling bersentuhan. Karena kalau saling bersentuhan akan terjadi marabahaya yang dahsyat,” katanya.

Demikian tema yang diangkat oleh beberapa Grup  Rontek. Penampilan para peserta mendapat apresiasi dari penonton. Para penonton pun tak lupa mengabadikan penampilan grup Rontek kebanggaannya dengan kamera pintar mereka.

Dari pengamatan Pache News di media sosial Facebook, warga net Pacitan pun  ramai-ramai mengunggah foto dan video Festival Rontek ini. Berbagai komentar pun mengalir dari laman Facebook.(Zaenal Faizin)

1 COMMENT

  1. Saya salut kepada group Rontek Banyu Geni desa Bolosingo, yang menampilkan kesederhanaan dan ke alamian sebuah Rontek. Tanpa properti, sound dan lampu yang gemerlap pun Rontek Banyu Geni tetap memukau penonton.
    Kalau memakai properti, sauond dan lampu yang mewah itu namanya KARNAVAL iti kalau menurut saya 😁😁😁😁🙏🙏🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here