Home Kolom Berpendidikan, lalu Bekerja

Berpendidikan, lalu Bekerja

37
0
SHARE

Pendidikan dan pekerjaan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Orientasi secara umum pendidikan yaitu untuk mengembangkan pola pikir untuk sebuat output yang baik dan dapat menjadi insan yang profesional. Sehingga ketika sudah menjadi insan yang profesional kita dapat mengatur pekerjaan apa yang sesuai dengan kemampuan kita.

Namun di kalangan masyarakat kesadaran akan pendidikan masih ada yang kurang sadar atau mengerti betapa pentingnya pendidikan, khususnya di daerah-daerah banyak dari mereka yang masa bodoh akan pendidikan dengan orientasi bahwa setelah lulus akan menjadi apa “toh tidak akan menjadi pegawai negeri”.

Perspektif seperti itu yang melekat pada masyarakat secara umum akan susah untuk dirubah. Lulusan tingkat SLTP/SLTA dan sederajat di pelosok akan berfikir sempit dan akhirnya menempuh jalan alternatif untuk bekerja seadanya.

Dengan fisik yang masih belum mumpuni mereka dipaksa untuk bekerja kasar dan lebih parahnya pernikahan dini banyak terjadi padahal proses yang harus ditempuh masih panjang untuk menjadi insan yang profesional di dalam suatu pekerjaan maupun di masyarakat.

Jika pemikiran di atas terus berkembang maka tidak akan ada perkembangan dalam masyarakat tersebut. Ambillah contoh ayahnya seorang pemulung karena merasa tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya, si anak tersebut di paksa untuk mengikuti jejak ayahnya tersebut. Jadi kesenjangan sosial masih terus terjadi padahal pada era globalisasi saat ini perkembangan pola pikir yang kreatif dan mandiri sangat dibutuhkan agar dapat mengikuti perkembangan zaman.

Maka kita sebagai insan yang melek pendidikan senantiasa memberikan sosialisasi dan motivasi pada masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya pendidikan bahwa pendidikan bukan hanya sekedar duduk di balik meja tetapi sebagai agent perubahan untuk diri sendiri dan yang paling utama untuk masyarakat agar kesenjangan sosial dapat di hapuskan dan kesadaran pendidikan jauh lebih baik lagi.

Agus Purwanto, kader PMII Pacitan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here