Home Nusantara Seni Budaya Brojo Geni, Ikon Kebudayaan Santri Pacitan

Brojo Geni, Ikon Kebudayaan Santri Pacitan

288
0
SHARE

Pache News, Pacitan-  Ribuan masyarakat memadati alun-alun Kota Pacitan. Mereka menyaksikan turnamen sepakbola (Brojo Geni) yang digelar oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor  Pacitan, Sabtu malam, 7 Oktober 2017. Sebanyak 12 tim turut ambil bagian dalam pertandingan ini. Mereka merupakan perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Asor NU dan Banser NU se-Pacitan.

Tampak hadir menyaksikan, jajaran Pengurus Nahdlatul Ulama Pacitan dan banomnya, Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, Ketua DPRD Pacitan, Kodim 0801, Polres, dan Kepala Kankemenag Pacitan.

Yudhi Sumbogo, Wakil Bupati Pacitan Menyampaikan permohonan maaf dikarenakan Bupati Pacitan tak bisa hadir ditengah-tengah acara Brojo Geni yang digelar Malam ini. Ia menyampaikan kebanggan dan antusias terhadap kegiatan tersebut karena selain menjadi budaya juga sudah tiga kali diselenggarakan di alon-alon pacitan.

“Saya sangat bangga dan antusias terhadap kegiatan bola api ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, sesuai harapan Bupati,  kegiatan tersebut kedepannya agar dilaksanakan satu bulan sekali oleh PC GP Ansor”Semoga kegiatan ini kedepannya bisa dilakukan satu bulan sekali,”imbuhnya.

Dengan perkembangan globalisasi zaman semakin pesat dan budaya luar  masuk Kabupaten Pacitan, perlu adanya pendampingan dan kajian yang mendalam, dari masyarakat maupun pemerintah daerah sehingga budaya luar yang tidak sesuai dengan lokal mampu terbentengi dengan baik.

Khoirul Anam, Ketua GP Ansor Pacitan menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengkaji mendalam dengan adanya budaya yang tak sesuai budaya Pacitan. Ia mencohtohkan dari segi berpakaian turis yang terlalu fulgar sehingga tak menutup kemungkinan beberapa tahun kemudian kalangan pemuda bisa terpengaruhi dengan adanya tersebut.

“Saya harapkan pemerintah daerah mengkaji mendalam adanya budaya luar yang masuk dikota tercinta pacitan kita ini contohnya seperti turis cara berpakaiannya terlalu fulgar,”ungkapnya

Ia menambahkan, Pimpinan Cabang GP Ansor Pacitan akan mengawal hal tersebut agar ada batasan dan sesuai budaya yang berada di lokal.

“Kami  Pimpinan Cabang GP Ansor Pacitan akan mengawal budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita (lokal pacitan),”imbuhnya.

Dengan demikian perlu menjadi pembahasan yang serius sehingga pacitan tetep kokoh dari segi budaya, adat, dan lain sebagainya.(Rojihan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here