Home KE-NUan Fenomena “Dilan” dan Safari SD Nuris Pacitan

Fenomena “Dilan” dan Safari SD Nuris Pacitan

48
0
SHARE

Pache News, Pacitan- Generasi milennial dan warganet kini mulai akrab dengan fenomena “Dilan”. Berbagai caption di media sosial yang mereka miliki tak lepas dari menyebut kata “Dilan”. Seperti “Aku mau satu yang kayak Dilan”, Stok Dilan di dunia ini masih banyak gak ya”, Dilan, rindu itu berat, biarkan aku yang menanggungnya”, dan berbagai caption baper lainya.

Namun bagi siswa-siswi SD Nuris Pacitan, fenomena “Kedilan-dilanan” sepertinya belum digemari oleh mereka. Sehingga mereka membiarkan fenomena itu cukup dinikmati oleh generasi milennial kelahiran tahun 1990. Siswa-siswi SD Nuris Pacitan cukup menikmati kegiatan ekstra sekolah seperti safari jum’at dan berziarah ke makam orang-orang solih.

Seperti yang tampak pada Jum’at (2/2) kemarin, puluhan siswa-siswi SD Nuris Pacitan mengikuti kegiatan silaturahmi ke pesantren Tremas Arjosari dan safari jum’at di Masjid Attaqwa Kecamatan Arjosari. Kegiatan ini sebagai upaya SD Nuris Pacitan menanamkan rasa kecintaan terhadap para ulama dan melatih kekuatan spiritual siswa-siswinya.

Kegiatan silaturrahmi SD Nuris di Pesantren Tremas dilakukan dengan mengelilingi komplek pesantren. Kedatangan rombongan SD Nuris disambut hangat oleh pengurus pesantren. Disana mereka diperkenalkan tentang berbagai kegiatan pesantren dan beberapa fasilitas seperti asrama, masjid, kantor, dan lain-lain.

Salah satu pengasuh KH Achid Turmudzi berpesan kepada siswa-siswi SD Nuris agar selalu giat dalam belajar. Kiai Achid berharap kelak mereka dapat menjadi generasi penjaga ajaran Ahlussunnah wal jamaah dan menjadi generasi yang memilki ahlak yang baik.

Sebelumnya, rombongan juga menziarahi makam para ulama Tremas, seperti KH Dimyathi, KH Habib Dimyathi, KH Harits Dimyathi di makam gunung Lembu, sebelah barat daya Desa Tremas. Disana mereka bersama-sama membaca yasin dan tahlil yang dimpimpin oleh salah satu guru.

“Kegiatan ziarah kubur ini penting dilakukan agar anak-anak semua bisa menjaga tradisi ini. Dan jangan sampai tradisi ziarah kubur ini hilang,” kata Khabib, salah satu guru pendamping.

Usai dari Pesantren Tremas, rombongan SD Nuris kemudian menuju masjid Attaqwa di Kecamatan Arjosari untuk menunaikan ibadah shalat jum’at disana. Kegiatan shalat jum’at bersama ini disebut dengan “Safari Jum’at”. Kegiatan semacam ini memiliki nilai yang sangat positif untuk menambah pengetahuan siswa-siswi dalam hal praktik ibadah. (Indra/Zaenal Faizin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here