Beranda ISLAM NUSANTARA Lesbumi Pacitan Guyur Bukit Sentono Gentong dengan Shalawat

Lesbumi Pacitan Guyur Bukit Sentono Gentong dengan Shalawat

61
0

Pache News, Pacitan- Bukit Sentono Gentong yang terletak di Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku, Senin malam (19/2) diguyur bacaan shalawat. Bacaan shalawat dan qasidah ini dilantunkan oleh seribuan jamaah Lesbumi Bershalawat yang terdiri dari santri dan masyarakat.

Lesbumi atau Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia, sebuah wadah yang menaungi seniman dan budayawan Nahdatul Ulama menggelar kegiatan shalawatan dalam rangka doa bersama untuk warga dan kabupaten Pacitan yang tahun ini tengah memperingati hari jadinya yang ke 274.

Menurut pengurus Lesbumi Pacitan, Hammam Fathullah HB, kegiatan ini merupakan kali pertama yang digelar oleh Lesbumi. Acara dihadiri oleh puluhan majelis shalawat dari seluruh kabupaten Pacitan.

“Acara ini bermula dari niat Lesbumi untuk mengadakan kopdar musisi duror serta majelis-majelis shalawat dari seluruh Pacitan.  Dan Alhamdulillah malam ini hadir 400 penabuh duror,” katanya.

Gus Hammam, sapaan akrabnya, menjelaskan kedepan kegiatan Lesbumi Bershalawat akan diagendakan rutin setiap tiga bulan sekali. Tujuannya untuk memperkuat tali silaturahmi antar kelompok seniman duror.

“Setelah agenda pertama di Sentono Gentong, pertemuan berikutnya akan diagendakan di monumen Jendral Soedirman,” jelasnya.

Bukit Sentono Gentong merupakan destinasi wisata di Pacitan. Hamparan panorama Teluk Pantai Telang Ria tampak indah dari atas bukit ini. Sebelumnya Bukit Sentono Gentong dikenal sebagai tempat petilasan dakwah Syekh Subakir. Hal ini disampaikan oleh Ketua MWCNU Pringkuku, Kiai Markum, saat memberikan kata sambutan.

“Sentono Gentong adalah bukit petilasan dakwah Syekh Subakir. Acara malam ini menjadi napak tilas, dengan berdoa, bersholawat dan bermunajat bersama,” tuturnya.

Sementara itu Katib Syuriyah PCNU H Mukarom yang didaulat menyampaikan mauidhoh hasanah mengatakan, Nahdlatul Ulama tidak hanya sekedar organisasi masyarakat. Tetapi NU sudah menjadi Manhaj atau metode berfikir.

“Di NU semua diayomi, termasuk seni budaya, terlebih budaya sholawatan. Untuk itu sangat tepat jika Lesbumi mengadakan Lailatus sholawat. Ditambah lokasi Sentono Gentong ini adalah petilasan syekh subakir dalam mengembangkan Islam bermadzhab ahlus sunah wal Jamaah,” katanya.

Acara Lesbumi Bershalawat diawali dengan kegiatan Khatmil Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani oleh Habib Taufik Ba’bud dari Pondok Tremas dan ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Asif Hasyim Ihsan. (Zaenal Faizin)

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.