ARTIKEL TERBARU

Kaum Milenial NU Magetan Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-KH Ma’ruf Amin

0
Magetan, Pache News- Dukungan untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Ir. H. Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini dukungan kembali datang dari Kaum Millenial NU (#01 KAMIL NU) Magetan, Jawa Timur. Kaum Millenial NU adalah komunitas non formal dari jaringan pemuda, santri, dan warga masyarakat yang secara kultural berasaskan Ahlu Sunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama Kabupaten Magetan. Menurut koordinator Kaum Millenial NU Magetan, Habib Musthofa, jaringan ini terbentuk secara sukarela menyikapi kontestasi Pemilu 2019 khususnya proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Salah satu bentuk langkah aktif dalam proses ini adalah kegiatan Rapat Akbar pada hari Ahad 24 Februari 2019 yang digelar di Lapangan Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan. “Rapat Akbar dilaksanakan dalam rangka penguatan jaringan pemenangan untuk calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Ir. H. Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin,” kata Gus Toev, sapaan akrabnya. Gus Toev menjelaskan, rapat Akbar dihadiri oleh perwakilan tim dari 18 kecamatan, 355 desa dan 1 orang dari 2351 TPS. Mereka merupakan barisan militan NU Magetan yang sengaja baru kali ini ditampilkan. Mereka jauh-jauh hari sudah menghimpun kekuatan di akar rumput. Dalam rapat Akbar ini, mereka sepakat untuk mempertegas peran jaringan sebagai kelompok penggerak Islam rahmatan lil ‘alamin ala Islam Nusantara Ahlusunnah wal Jama’ah An Nahdliyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kedua menjadi garda terdepan  dalam menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik  Indonesia,” imbuhnya. Selain itu, jelas Gus Toev, jaringan ini akan berpartisipasi aktif dalam mengawal terselenggaranya  proses pemilu  Presiden dan Wakil 2019 yang  aman, jujur dan adil bebas dan bermartabat. “Dan yang paling penting untuk merapatkan barisan militan untuk mendukung, memilih  dan memenangkan  Bapak Ir. H.Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden republik Indonesia periode 2019 -2024 di wilayah Kabupaten Magetan,” tegasnya. (Zaenal Faizin)

Ansor Nawangan Peringati Harlah NU 93 dan Hari Jadi Pacitan 274

2
Pache News, Pacitan- Memperingati Hari Lahir (harlah) ke-93 NU dan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-274, Majelis Dzikir dan Shalawat PAC GP Ansor Nawangan, Pacitan menggelar acara Istighotsah dan Do’a bersama di Pendopo Kecamatan Nawangan, Sabtu malam (23/2). Ketua PAC GP Ansor Nawangan, Dwi Nur Cahyono menyampaikan kepada seluruh hadirin perlunya kita mensyukuri hidup di Negara yang penuh dengan kedamaian dan ketenteraman. “Acara ini juga dalam rangka untuk mensyukuri nikmat itu,” katanya. Disampaikan pula untuk para kader Ansor dan Banser agar selalu mencintai Negara ini, Hubbul Wathan Minal Iman. Istighotsah yang dihadiri oleh Ketua MWC NU, seluruh Banom NU, Forkopimcam dan tokoh Masyarakat Kecamatan Nawangan ini berlangsung khusyu. Rangkaian pembacaan Istighotsah, Tahlil dan Mahalul Qiyam dipimpin langsung oleh Ustadz Bukhari. Sementara itu, Pemerintah kecamatan Nawangan sangat mengapresiasi kegiatan istighosah ini. Menurut Bapak Hasan, acara seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin dan pihak pemerintah Kecamatan Nawangan akan siap untuk memfasilitasinya. Acara ini diakhiri dengan refleksi Harlah NU ke-93 yang dipandu langsung oleh Ketua MWC NU Kiai Mahmud. Ia berharap dengan adanya refleksi dan sharing ini mampu menjadikan NU dan Banom NU di Nawangan semakin sinergi dan kompak dalam menjaga keberlangsungan Organisasi. (Amrudin/Zaenal Faizin)

Lesbumi Pacitan Guyur Bukit Sentono Gentong dengan Shalawat

0
Pache News, Pacitan- Bukit Sentono Gentong yang terletak di Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku, Senin malam (19/2) diguyur bacaan shalawat. Bacaan shalawat dan qasidah ini dilantunkan oleh seribuan jamaah Lesbumi Bershalawat yang terdiri dari santri dan masyarakat. Lesbumi atau Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia, sebuah wadah yang menaungi seniman dan budayawan Nahdatul Ulama menggelar kegiatan shalawatan dalam rangka doa bersama untuk warga dan kabupaten Pacitan yang tahun ini tengah memperingati hari jadinya yang ke 274. Menurut pengurus Lesbumi Pacitan, Hammam Fathullah HB, kegiatan ini merupakan kali pertama yang digelar oleh Lesbumi. Acara dihadiri oleh puluhan majelis shalawat dari seluruh kabupaten Pacitan. “Acara ini bermula dari niat Lesbumi untuk mengadakan kopdar musisi duror serta majelis-majelis shalawat dari seluruh Pacitan.  Dan Alhamdulillah malam ini hadir 400 penabuh duror,” katanya. Gus Hammam, sapaan akrabnya, menjelaskan kedepan kegiatan Lesbumi Bershalawat akan diagendakan rutin setiap tiga bulan sekali. Tujuannya untuk memperkuat tali silaturahmi antar kelompok seniman duror. “Setelah agenda pertama di Sentono Gentong, pertemuan berikutnya akan diagendakan di monumen Jendral Soedirman,” jelasnya. Bukit Sentono Gentong merupakan destinasi wisata di Pacitan. Hamparan panorama Teluk Pantai Telang Ria tampak indah dari atas bukit ini. Sebelumnya Bukit Sentono Gentong dikenal sebagai tempat petilasan dakwah Syekh Subakir. Hal ini disampaikan oleh Ketua MWCNU Pringkuku, Kiai Markum, saat memberikan kata sambutan. “Sentono Gentong adalah bukit petilasan dakwah Syekh Subakir. Acara malam ini menjadi napak tilas, dengan berdoa, bersholawat dan bermunajat bersama,” tuturnya. Sementara itu Katib Syuriyah PCNU H Mukarom yang didaulat menyampaikan mauidhoh hasanah mengatakan, Nahdlatul Ulama tidak hanya sekedar organisasi masyarakat. Tetapi NU sudah menjadi Manhaj atau metode berfikir. “Di NU semua diayomi, termasuk seni budaya, terlebih budaya sholawatan. Untuk itu sangat tepat jika Lesbumi mengadakan Lailatus sholawat. Ditambah lokasi Sentono Gentong ini adalah petilasan syekh subakir dalam mengembangkan Islam bermadzhab ahlus sunah wal Jamaah,” katanya. Acara Lesbumi Bershalawat diawali dengan kegiatan Khatmil Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani oleh Habib Taufik Ba’bud dari Pondok Tremas dan ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Asif Hasyim Ihsan. (Zaenal Faizin)

Ibnu Mustofa Pimpin GP Ansor Kartoharjo Setelah Vakum Lima Tahun

0
Suasa Konferancab GP Ansor Kartoharjo
Magetan, Pache News- Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kartoharjo, Magetan, memilki nahkoda baru setelah melaksanakan konferensi anak cabang (Konferancab) yang digelar Ahad malam (10/2) di kediaman Rais Syuriyah MWCNU Kartoharjo, KH Khamim Jazuli. Peserta konferancab mempercayai Ibnu Mustofa sebagai ketua PAC GP Ansor Kartoharjo. Ibnu Mustofa akan menghidupkan kembali organisasi pemuda NU ini setelah sempat vakum selama lima tahun. Semangat berorganisasi ini kembali membara setelah para kader Banser Kartoharjo mengikuti Diklat Banser dua pekan lalu. Ketua GP Ansor Magetan Habib Mustofa menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Konferancab ini. Ia berpesan kepada seluruh kader GP Ansor dan Banser agar selalu memiliki rasa hormat kepada para ulama dan kiai. “Rasa ta’dhim (hormat) itu tidak bisa di tawar lagi,”katanya. Rasa hormat, bagi kader Ansor-Banser adalah sebuah keniscayaan dan sebagai simbul ketaatan dalam mengawal ulama. Dalam berorganisasi, kata Gus Toev, sapaan akrabnya, GP Ansor memiliki otoritas sendiri. Namun seluruh program-programnya harus selalu dikonsultasikan kepada struktur yang diatasnya, yaitu Nahdlatul Ulama. “Program-program apapun harus selalu dikonsultasikan kepada bapaknya yaitu MWCNU, dengan ibunya yaitu Muslimat. Dan dengan saudara tuanya Fatayat, Juga dengan adik-adiknya IPNU-IPPNU. Kalau semua elemen itu bisa bersinergi dengan baik (pasti) akan menjadi luar biasa,” katanya. Korferancab sendiri adalah forum permusyawatan tertinggi di tingkat Pimpinan Anak Cabang. Sebelumnya terdapat dua kandidat yang mendapatkan kesempatan menjadi bakal calon Ketua GP Ansor Kartoharjo.Ibnu Khusairi dan Ibnu Mustofa. Setelah mereka beradu visi-misinya di lanjutkan presidium sidang. Sesi akhir adalah proses pemilihan ketua, akhirnya dari semua proses yang harus dilalui, Ibnu Mustofa terpilih sebagai ketua GP Ansor Kartoharjo. (Ariz/Zaenal Faizin)

NU Magetan Fokus Penguatan Kemandirian Ekonomi

0
Magetan, Pache News- Sebagai wujud terciptanya ekonomi yang terstruktur untuk penguatan ekonomi seluruh warga NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Magetan menggelar kegiatan penguatan kemandirian ekonomi. Acara yang berlangsung di gedung PCNU Magetan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam bidang penguatan Ekonomi. Dihadapan para pengurus NU, baik tingkat cabang, majelis wakil cabang dan seluruh pengurus banom serta lembaga, Ketua PCNU Magetan, KH Mansyur mengajak agar para pengurus dapat bergerak bersama untuk mensukseskan program ekonomi ini. “(Tentunya) didasari dengan kejujuran dan profesional,” katanya Kamis (7/2). Kiai Mansyur mewanti-wanti agar para pengurus dapat berkhidmat sesuai dengan garis yang telah ditetapkan organisasi. “Ngurusi NU harus lurus dan tenanan (sungguh-sungguh) agar keturunan kita tertata,  kalau macem-macem dengan NU anak turun kita sebagai taruhannya,” tegasnya. Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa nama Magetan berasal dari kata Makatun atau mekah,  maka harapanya Magetan bisa menjadi Mekahnya Indonesia baik peradaban maupun dalam gerakannya. “Magetan berasal dari makatun atau mekah dan Madiun adalah madaniah atau madinah,  maka kita harus buktikan bahwa Magetan bisa menjadi pioner dalam berbagai hal khususnya bidang Ekonomi ini,” katanya. Hadir dalam acara ini, perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Adnan Anwar dan Enceng Sobirin. Dalam pemaparanya, sektor ekonomi atau kemandirian ekonomi harus segera dilaksanakan secara terstruktur dan profesional. Sebab kegiatan ekonomi juga sebagai wujud cita-cita pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy’ari. “Mbah Hasyim memimpin sendiri memimpin gerakan perekonomian pada zaman dahulu dengan nama syirkah mu’awanah,” tutur Enceng Sobirin dalam pemaparanya. (Ariz/Zaenal Faizin)

Berburu Berkah, Komunitas Bikers Pacitan Buka Bersama para Santri

0
Pache News, Pacitan- Bulan suci Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan dimanfaatkan kaum muslimin untuk berburu berkah dan mendulang pahala. Seperti yang dilakukan Komunitas Bikers (Kombi) Pacitan. Mereka menggelar buka bersama dengan para santri di Pesantren Tremas, Sabtu sore (2/6). Ketua Kombi, Jhon Vera Tampubolon mengatakan, kegiatan buka bersama bertema bersedekah berburu berkah ini digelar semata-mata untuk meraih berkah bulan suci Ramadhan. “Pada kesempatan bulan suci Ramadhan, kami mencoba memberi cermin kepada seluruh Bikers agar mengejar kehidupan itu bukan hanya di jalan raya, tapi juga di jalan agama,” katanya. Komunitas motor mereka, kata Jhon Vera, tidak melulu berkutat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat otomotif, namun juga memikirkan interaksi lingkungan dan sosial. Selama ini, lanjut dia, komunitas motor memang dikenal syarat dengan kebebasan berekspresi dalam bentuk ragam modifikasi dan club serta selalu mengejar kepuasan taouring semata. “Harapan kami sebagai bikers dan pencinta automotif bisa mengambil hikmah-hikmah kehidupan di bulan suci Ramadhan dengan berbuka dan melakukan shalat berjamah dengan santri. Karena ini merupakan sebuah kebahagian,” tandasnya. Salah seorang pengasuh Pesantren Tremas, Gus Muadz Harits Dimyathi mengatakan, buka puasa bersama merupakan salah satu sunnah Nabi. Rasul mengatakan bahwa memberi makan orang yang berbuka mendapat pahala seperti berpuasa. Gus Muadz menyampaikan ungkapan terimakasih kasih kepada komunitas motor yang berusaha memupuk kesalahan sosial dengan tetap menjaga silaturrahmi dan berbagi dengan para santri. “Semoga apa yang dilakukan ini benar-benar mendapatkan berkah dari Allah SWT. Para santri juga selalu mendokan agar kedepan kita selalu diberi kebaikan dalam hal apapun,” katanya. Buka bersama yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan itu diakhiri dengan shalat Maghrib berjamaah. (Zaenal Faizin)

Perguruan IKSPI Kera Sakti, Ranting Punung Terus Tingkatkan Latihan Rutin Guna Cetak Atlit Profesional.

0
Pachenews:Pacitan-Perguruan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, tingkatkan terus kualitas  siswa siswinya dengan melakukan latihan rutin sepertihalnya yang dilakukan dirayon sooka ranting Kecamatan Punung Cabang Pacitan. Sabtu.(2/6). Kegiatan tersebut tak hanya meningkatkan kualitas dalam gerakan kungfunya atau silat namun juga untuk mencetak atlit profesional yang siap ditandingkan di laga pertandingan. Hal demikian disampaikan oleh Ketua Ranting Kecamatan Punung Aziz ” latihan seperti malam ini kami lakukan dua kali dalam setiap minggu, untuk mencetak generasi muda yang siap membela NKRI juga atlit profesional”ungkapnya kepada awak media melalui media telpon. Perguruan silat tersebut juga mengajarkan kerohanian atau kebatinan kemudian dilatih untuk pendidikan ahlaq, menghargai sesama, menghormati yang lebih tua, kemasyarakatan,budaya dan persaudaraan.(rojihan)

Harkitnas dan Reformasi, PC PMII Pacitan Gelar Tabur bunga, refleksi

0
Pachenews:Pacitan-Suasana yang sunyi dan mengharukan menyelimuti makam pahlawan Kabupaten Pacitan pasalnya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan. Gelar Refleksi Pengheningan Cipta, tabur bunga sekaligus doa bersama untuk para Pahlawan yang telah gugur. Rabu (21/5/2018). Pada kesempatan tersebut ketua pelaksana Yazid Bustomy mengatakan bahwa kegiatan demikian dilakukan untuk memperingati hari kebangkitan nasional dan hari reformasi yang bertepatan pada 21 mei juga mengenang perjuangan para pahlawan dahulu kala. “Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional dan juga hari Reformasi setiap tanggal 21 mei”ungkap kepada awak media. Lanjut Ketua Cabang PMII Rojihan dalam sambutannya berharap dengan digelarnya refleksi ini bisa mengugah spirit, sepertihalnya semangat aktivis  tahun 1998 masa orde baru menuju reformasi sehinga bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa dan negara. “Saya berharap dengan diadakan ini bertambah  spirit  perjuangan membangun bangsa, pengawalan, melawan kaum radikalisme, terorisme, kapitalisme. Ungkapnya Nampak dalam agenda tersebut Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) Zainal Arifin, Ketua PC PMII ( Rojihan) serta pengurus Cabang, Perwakilan Pengurus  Cabang Kabupaten Tulungagung, Ketua Komisariat STAI NU ( Fajar Rohmat), Ketua Komisariat STKIP( Try ) Ketua Kopri ( Ike Latifah) serta kader. Takhanya selesai tabur bunga namun juga dilakukan orasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada kader, sehingga dengan demikian sangat bagus dilakukan.(jn/ry)