ARTIKEL TERBARU

GP Ansor Makin Dicintai, Ratusan Pemuda Ikuti PKD di Reban

0
Pache News, Batang- Ratusan pemuda di Kecamatan Reban dan sekitarnya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Jum’at- Sabtu, 24-25 Januari 2020. PKD ini dilaksanakan di komplek SMPN 01 Reban. PKD merupakan pengkaderan tingkat awal untuk masuk dalam keanggotaan GP Ansor. Para peserta diberi materi dan pemantapan berupa pemahamam Ke-NU-an dan nilai-nilai ke-Indonesiaan. Kasatkorcab Banser Batang, Ahmad Mustofa, berharap seluruh peserta PKD untuk mulai menata niat. Niat yang dimaksud didasarkan pada niat pengabdian untuk turut mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah Waal Jamaah Annahdliyah serta turut serta membela NKRI. Pada kesempatan ini, Ia juga mengapresiasi kegiatan PKD  ke-43 yang dilaksanakan di Kecamatan Reban ini. Sebab pesertanya mencapai 203 orang peserta. Jumlah sebanyak ini menunjukkan betapa GP Ansor dan Banser menjadi salah satu organisasi yang banyak dicintai oleh sebagian besar pemuda di Kabupaten Batang. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat menjadi kader GP Ansor yang mampu bertransformasi untuk menjadi kader yang menebar Islam yang rahmatan lil alamin. (Zaenal Faizin)

GP Ansor Gagas Kaderisasi Online untuk menjawab Tantangan Era Digital

0
Pache News, Madiun – Kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Dolopo Kab. Madiun Jawa Timur telah berganti seiring adanya Konferensi Anak Cabang “Konfercab” Ke VII pada hari Minggu (24/11/2019) di Kantor MWC NU Kec Dolopo Kab Madiun. Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPR RI H Muhtarom S, Sos, Wakil Ketua PW ANSOR Jawa Timur sahabat Mahsun Fuad dan Sahabat Jamaludin Malik wakil sekertaris wilayah Jawa Timur, serta Ketua PC ANSOR Kab.Madiun dan jajaranya MWC NU Dolopo, Camat Dolopo, dan  Kapolsek Dolopo. Dalam sambutanya H Muhtarom, Sos Anggota DPR RI dan sekaligus penasehat GP ANSOR Kabupaten Madiun Ini mengutarakan, bahwa generasi era digital ini, anak muda harus sadar media sosial “medsos”, karena kedepan syiar kita terhadap Organisasi yang berhaluan Ahlussunnah wal jamaah tanpa medsos kita akan sangat tertinggal jauh dengan organisasi lain. “Pengembangan dalam organisasi itu harus kita lakukan mulai sekarang, termasuk era digital ini harus kita mainkan sebagai wadah untuk syiar organisasi yang kita cinta ini yaitu naungan besar Nahdlatul Ulama, “pungkas mbah Tarom. Sahabat Mahsun Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim menambahkan, sesuai visi dan misi ketua PW Ansor Jawa Timur Gus Syafik kedepan Ansor Banser akan adanya peltonisasi di setiap Ranting, menjawab hal itu sahabat Mahsun mendorong ketua PC GP Ansor Kab Madiun untuk melakukan kaderisasi online. Tantangan yang diberikan oleh senior kita mbah Tarom ini langsung kita jawab dengan kita adakan pelatihan PKD berbasis Online, yang mana peserta dituntut untuk memahami materi yang disampaikan secara online oleh pemateri, Ungkap sahabat Mahsun. Ketua PC ANSOR Kab Madiun Sahabat A. Khotamil Anam mengungkapkan era digital ini kita dituntut tidak menjadi generasi gaptek, karena kedepan generasi bangsa harus faham dan mampu menjawab era digital. “Sebagai generasi muda NU, kita harus mengamini para senior Ansor kita, akan mengaplikasikan organisasi ini sesuai di era milenial. Sesuai yang  diutarakan Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut, GP ANSOR NU Masa Depan dan Masa Depan NU,” pungkas Gus Anam. (Hensu/Zaenal Faizin)

Usai Kemah Bakti, Banser Madiun Tanggap Insiden Kebakaran

0
Pache News, Madiun- Dalam Rangkaian Hari Santri Nasional, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun mengadakan Kemah Bakti serta Orasi Kebangsaan di lapangan Desa Sidodadi kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun, Sabtu 12 oktokber 2019. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Kadensus 99 Pimpinan Pusat GP Ansor M.Nuruzzam, Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Madiun Khotamin Anam, Ketua Nadatul Ulama Kabupaten Madiun K.H Mizan dan Polres Madiun serta Kodim 0803. Kegiatan kemah bakti dan orasi kebangsaan yang dilaksanakannya selama dua hari ini mengusung tema ” Menjaga Indonesia Dari Ancaman Ancaman Terhadap Pancasila”. Kegiatan diawali dengan Apel yang dipimpin oleh ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun Khotamil Anam. Gus Anam menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut akan teror. dan mengajak masyarakat untuk melawan dan menumpas kelompok radikal yang telah merongrong Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sementara itu di bagian lain, Kepala Banser Kabupaten Madiun Komandan Ismanto mengungkapkan, pasca kegiatan kemah bakti ini terjadi kebakaran lahan persawahan pada hari ini Ahad, 13 Oktober 2019 pukul 12.30 Wib. Kebakaran ini meluas hingga mendekati perumahan warga di lokasi Kel. Munggut sebelah selatan kantor NU Center Kab. Madiun. Setelah mendapatkan laporan warga, Banser BAGANA ( Banser Tanggap Bencana) bersama BPBD Madiun berhasil memadamkan kebakaran tersebut sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang lebih luas. “Hampir saja (api) membakar pohon bambu dan kandang warga setempat,” pungkas Kasatkorcab Banser Kabupaten Madiun itu. (Hensu/Zaenal Faizin)

Liga Santri Jatim 1 Bergulir di Madiun, Diikuti 16 Tim

0
Pache News, Madiun- Sebanyak 16 tim pesantren di wilayah Karesidenan Madiun dan Kediri akan bersaing mengikuti Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Timur yang akan dipusatkan Kota Madiun. Ketua Panitia Regional , A. Khotamil Anam mengatakan, liga sepak bola paling bergengsi antar pondok pesantren itu akan berlangsung mulai 15 Oktober  hingga 18 Oktober 2019. “Pertandingan pertama akan menampilkan tim tuan rumah Pondok Pesantren Al-Mujadadiyah kota Madiun melawan PP Darussalam Kabupaten Kediri,” ucap Gus Anam. Hal ini disampaikannya saat paparan technical meeting dihadapan pengurus PCNU Kota Madiun, Askot Madiun, dan perwakilan peserta liga santri pada hari Jum’at (11/10) di kantor PCNU Kota Madiun. Gus Anam menjelaskan, kompetisi diikuti oleh 16 tim dan rencananya akan digelar di empat tempat, yaitu stadion Wilis, Lapangan Kartoharjo, Lapangan Gulun dan Lapangan Winongo. Koordinator Region 1 Jawa Timur, Habib Musthofa atau Gus Toev mengungkapkan tim pemenang akan mendapatkan Piala Wali Kota Madiun. Dan sekaligus berhak mewakili regional Jawa Timur 1 di tingkat nasional. “Kompetisi ini merupakan ajang pencarian bibit pemain muda ala santri, dan pada screaning nanti kita wajibkan para pemain bisa membaca kitab dan juga doa-doa sholat wajib,”tegas Gus Toev. “Kedepan diharapkan para santri dapat turut mewarnai persepakbolaan nasional, tidak hanya hebat dalam skill sepak bola tapi juga memiliki adab dalam beretika,” pungkas pria yang juga Ketua GP Ansor Magetan itu. (Hensu/Zaenal Faizin)

Bantu Warga Kekeringan, Santri Petarung Berbagi Air Bersih

0
Pache News, Pacitan- Kemarau panjang membuat beberapa wilayah di Kabupaten Pacitan mengalami kekeringan. Air sebagai salah satu kebutuhan hidup pun sulit didapat. Beberapa penduduk harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkan air bersih. Kesusahan mendapatkan air bersih yang dirasakan masyarakat menggugah kesadaran komunitas Santri Petarung Romantis untuk berbagi air bersih. Di tengah sengatan panas matahari, Selasa 08 Oktober 2019, beberapa anggota SPR bergerak menuju Kuncen, Jatimalang,  Arjosari untuk mengalirkan air kebahagiaan. Muhammad Zafri Wicaksana, selaku sesepuh SPR turun langsung ke lapangan. Kepada masyarakat dia berpesan agar sabar menerima ujian dari Allah dan senantiasa berdoa kepada Allah. “Sing sabar nggeh Pak, Bu. Tetep ndungo dumateng Allah, mugi-mugi enggal diparingi jawah,” katanya. Nanang Qosim mewakili warga masyarakat Kuncen mengucapkan terima kasih kepada komunitas SPR yang digawangi Gus Muadz Haris Dimyathi, Pondok Tremas. “Setetes air dari dulur-dulur SPR sangat berguna bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih. Kami atas nama warga tidak dapat membalas apa-apa. Kami berdoa semoga amal saleh komunitas SPR diterima Allah,” katanya. Selain ke Kuncen, dalam waktu dekat SPR akan kembali menyalurkan sedekah air ke berbagai wilayah yang dilanda kekeringan. (Imam Muhtar/Zaenal Faizin)

Hari Santri di Madiun Diawali dengan Ziarah ke Makam Sesepuh

0
Pache News, Madiun- Peringatan Hari Santri Nasional “HSN” tahun ini memasuki tahun keempat sejak diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko widodo pada 22 Oktober 2015. Hari santri merupakan penanda gerakan resolusi jihad para alim ulama dan muasis Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, tepatnya 74 tahun yang lalu 21-22 oktober 1945, wakil –wakil dari cabang NU di seluruh jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Dipimpin langsung oleh Rois Akbar NU , Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, dideklarasikan perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad yang kemudian meletuslah peperangan sengit antara pasukan inggris melawan para pahlawan paa 10 November 1945. Sejarah panjang itu diungkapkan oleh KH Mizan Basyari Ketua Tanfiziyah NU Kabupaten Madiun.  Menurutnya, kita sebagai peneruh hanya dapat melestarikan apa yang sudah menjadi peninggalan para pendiri bangsa ini. “Selanjutnya panitia kegiatan HSN Kab. Madiun ini akan melakukan beberapa agenda besar. Diawali dengan ziaroh kubro di dua tempat. Pertama di sewulan makam ki Ageng Basyariyah dan Makan ki Anom Besari kuncen cauban,” ungkapnya. Keduanya, adalah pertama kali pendiri kabupaten madiun dan merupakan kiai yang pertama kali mengenalkan agama islam di sekitar madiun, ungkap gus mizan. “Kegiatan selanjutnya yaitu kemah bakti Ansor Banser Kabupaten Madiun, jalan santai ala santri, Musabaqah Tilawatil Qutub, lomba hantaran dan penyuluhan stunting oleh fatayat dan muslimat, dan banyak lagi kegitan yang selanjutnya di tutup dengan apel akbar hari santri nasional pada 22 oktober 2019,” terang Gus Mizan. (Hensu/Zaenal Faizin)

Tuban Tuan Rumah LSN Jatim II, Kick Off 21 Oktober

0
Pache News, Tuban- Liga Santri Nusantara Regional Jatim II akan digelar mulai 21 Oktober 2019. Liga sepakbola antar pesantren yang memperebutkan Piala Bumi Wali Tuban  ini direncanakan bertempat di Stadion Bumi Wali Kabupaten Tuban. Laga final direncanakan pada 25 Oktober 2019 pasca peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Juara Seri Region akan berlaga di Seri Nasional di  Bogor, Jawa Barat pada akhir Oktober hingga awal November 2019. Panitia pelaksana LSN Regional Jatim II H. Fredi Ardlian Syah mengatakan, kompetisi diharap dapat menjadi ajang silaturahmi antar pesantren. Dan Tuban siap menjadi tuan rumah pelaksanaan liga santri Nusantara ini. “Saya berharap liga ini dapat diadakan karena silaturahmi antar pondok pesantren dapat terselenggara dengan tetap diadakan LSN di Region II Jawa Timur,” ungkapnya. Selasa (1/10) bertempat di kediaman panpel Kabupaten Tuban, digelar rapat pertama kali dengan panitia yang dihadiri oleh pengurus NU Tuban dan PC RMI Tuban. Rapat memutuskan memulai pendaftaran LSN secara online bagi pondok pesantren yang ingin mengikuti kompetisi ini. “Kita targetkan peserta sebanyak 16 tim dengan sistem gugur ungkapnya. LSN Regional Jatim II meliputi daerah Tuban, Jombang, Mojokerto, Lamongan, Bojonegoro,, Surabaya, Kabupaten/Kota Malang, Batu.”Kami juga mengharapkan dukungan semua pihak untuk suksesnya ajang pembinaan olahragaa santri ini,” katanya.(Hensu/Zaenal Faizin)
Rapat Koordinasi Panitia LSN

Ratusan Banser di Madiun Shalat Minta Turun Hujan

1
Pache News, Madiun- Ratusan anggota Banser melaksanakan sholat Istisqa’ di lapangan Bumi Perkemahan Jati Aren, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (29/9/2019). Sholat memohon agar diturunkannya hujan ini diimami oleh Kasatkorwil Banser Jatim, Yunianto Wahyudi. Sedangkan khatib Mohammad Zaenal Abidin, sesepuh Banser Madiun. Pelaksanaan shalat istisqa ini sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW dan petunjuk dari pimpinan Nahdlatul Ulama’. Dengan sholat Istisqa’ ini diharapkan, Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan segera berlalu. “Ikhtiar ini kita niatkan dengan tulus ikhlas, semuanya tergantung kepada Allah SWT, semoga dengan do’a dari bumi Kresek, dan daerah lain se-Indonesia, Allah SWT segera menurunkan hujan dan bencana yang melanda tanah air segera berakhir,” ungkap Kasatkorwil Banser Jatim Yunianto Wahyudi. Seperti diketahui, saat ini kemarau panjang tengah melanda sejumlah wilayah Indonesia yang mengakibatkan terbakarnya hutan dan lahan serta bencana kekeringan. Sementara, ketua pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Madiun A. Khotamil Anam menambahkan, ratusan Banser yang melaksanakan sholat Istisqa’ merupakan para peserta yang sedang menjalani Diklat Khusus (Diklatsus) yang digelar selama tiga hari mulai Jum’at hingga hari ini. Diklatsus ini diikuti 277 Banser dari tiga satuan yakni Balantas (Banser Lalu Lintas), Banser Husada (kesehatan), dan Bagana (Banser Penanggulangan Bencana). Materinya sesuai dengan satuan masing-masing. Diklatsus ini juga didukung oleh BPBD, Dinsos dan Polres yang ikut aktif membantu terlaksananya kegiatan. Tujuan Diklatsus ini, lanjut Anam, adalah mempersiapkan kader-kader Banser yang membantu aparat dalam tanggap bencana, kesehatan, serta mengatur lalu lintas. “Tapi tetap berkoordinasi dengan stake holder,” tuturnya. (Hensu/Zaenal Faizin)